Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label tuban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tuban. Tampilkan semua postingan

Pantia Festival "Bengawan Bojonegoro" telusuri Bengawan Solo

Written By Unknown on Kamis, 02 Oktober 2014 | 00.43

Berita Tuban | Bojonegoro - Tim Panitia Festival "Bengawan Bojonegoro" di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu, menelusuri Bengawan Solo dengan perahu karet, mulai dari Bendung Gerak, Desa Ngringinrejo, Kalitidu, hingga Taman Bengawan Solo (TBS).

Ketua Panitia Penyelenggara Festival "Bengawan Bojonegoro" M. Kuzaini, di Bojonegoro, mengatakan bahwa penelusuran Bengawan Solo untuk melakukan uji coba rute perjalanan yang akan dilalui peserta perahu hias Festival "Bengawan Bojonegoro", 14--16 Oktober.

Pada musim kemarau ini, katanya, di sepanjang Bengawan Solo, yang akan dilalui peserta perahu hias festival "Bengawan Bojonegoro", dalam memeriahkan HUT Ke-337 Kabupaten Bojonegoro akan melewati sejumlah jembatan bambu yang dibuat masyarakat.

"Secara teknis kemungkinan jembatan bambu akan dibuka sementara ketika parade perahu hias lewat di daerah setempat," jelasnya.

Sesuai dengan perkiraan, perjalanan perahu hias dari lokasi Bendung Gerak hingga mencapai TBS di Desa Ledokwetan, Kecamatan Kota atau Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, akan menempuh jarak sekitar 20 kilometer dengan perkiraan waktu sekitar dua jam.

Dalam penelusuran itu, kata dia, panitia juga mencari lokasi Bengawan Solo yang tepat untuk lokasi lomba menyeberang Bengawan Solo.



 
Ia menyebutkan lokasi perairan Bengawan Solo yang kemungkinan layak dimanfaatkan lomba berenang menyeberang Bengawan Solo dari segi keamanan, yaitu di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.

"Lokasi Bengawan Solo di daerah setempat dangkal, juga arusnya tidak deras," ucapnya.

Meski demikian, menurut dia, panitia tetap bersiaga dengan melibatkan Tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang akan melakukan penjagaan selama pelaksanaan lomba berenang menyeberang Bengawan Solo berjalan.

"Kami masih terus mengkaji untuk menentukan cara yang aman dalam pelaksanaan lomba menyeberang Bengawan Solo," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa agenda Festival "Bengawan Bojonegoro" lainnya, yaitu baca puisi di atas perahu di TBS yang akan diikuti penyair dari berbagai daerah di Jawa Timur, juga daerah lainnya.

"Panitia menyediakan panggung perahu yang akan dimanfaatkan untuk membaca puisi dengan sound system yang memadai," tandasnya. (KR-SAS/D007)

Sumber : AntaraNews | Editor: Tasrief Tarmizi | RayNa
© 2014 Mitra Solusindo
Temukan kami di Twitter 



Politisi Senior kuasai Fraksi DPRD Tuban

Written By Unknown on Rabu, 01 Oktober 2014 | 23.54

Berita Tuban | Sejumlah politisi senior didapuk menjadi ketua fraksi di DPRD Tuban periode 2014-2019. Diantara politisi senior itu, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FKB), Sa’dun Na’im, Ketua Fraksi Gerindra, Aris Setiawan. Ketua Fraksi Golkar Keadilan Sejahtera (Gabungan Golkar dan PKS), Rudi Hartono, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Astutik.  Ketua Fraksi Nasdem Hati Nurani Rakyat (gabungan Partai Nasdem dan Hanura), Rasmani, Ketua Fraksi Amanat Pembangunan (gabungan PAN dan PPP), Aguk Sihabudin.

Sa’dun Na’im dan Aris Setiawan pada periode lalu, masing-masing menjabat Wakil Ketua DPRD. Sementara Astutik dan Rudi Hartono sebelumnya sebagai anggota DPRD Tuban. Ketua fraksi yang orang baru praktis hanya Rasmani dan Aguk Sihabudin.

“Sidang paripurna hanya sebatas memutuskan usulan dari partai masing-masing. Soal siapa yang dicalonkan menjadi ketua fraksi menjadi hak mutlak partai. Jadi DPRD hanya memutuskan saja, tidak lebih dari itu,” terang Ketua DPRD Tuban Miyadi, Rabu (1/10).

Sementara itu sejumlah elemen masyarakat berharap, DPRD Tuban yang baru diharapkajn bisa meningkatkan kinerja lebih baik dibanding sebelumnya. Apalagi, yang memegang jabatan ketua fraksi mereka yang sudah berpengalaman. Sehingga, mampu mendorong kinerja anggota fraksi masing-masing.

“Kan ketua fraksinya para politisi senior, masak kinerjanya kalah dengan sebelumnya. Kami berharap dewan tidak hanya menyatakan sebagai wakil rakyat, tapi, kinerjanya hanya untuk partai dan dirinya saja,” terang Ketua Komisi Perempuan Ranggalawe Tuban, Imanul Isthofiyana.


Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein, pihaknya meminta agar dewan bisa bekerja dengan cepat dan tepat, sehingga program pembangunan bisa cepat dilaksanakan tepat waktu.

“Kami juga berharap dewan yang baru bisa bekerja yang cepat dan tepat,” tutur Noor Nahar.

Ketua DPRD Miyadi menyadari tuntutan berbagai pihak itu. Namun, pihaknya juga meminta agar eksekutif juga bertindak cepet dan tepat. “DPRD itu kan tidak bisa bekerja sendiri, eksekutif sebagai patner juga harus bekerja cepat dan tepat, sehingga, semuanya bisa berjalan sesuai rencana,” tutur Miyadi. (ros)

Sumber : Kota Tuban | RayNa
© 2014 Mitra Solusindo
ikuti kami di Twitter   




CUkup ketik : DFT.NO_HP.NAMA.KOTA


Konsep Penataan Taman, DKP Tuban “Tebang Pilih”

Written By Unknown on Selasa, 30 September 2014 | 23.33

Berita Tuban | Meski kebenarannya masih bisa diperdebatkan dari berbagai aspek, tapi konsep penataan taman yang dilakukan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkab Tuban tahun 2014 ini memunculkan kesan “dikotomi” yang cukup kental.

Paling kentara adalah pembagian pemeliharaan atas dua “kelompok” taman yang saling bertentangan dari sisi perlakuannya. Satu sisi taman kota seperti diberlakukan berlebih hingga terlihat “kemayu”. Sementara sepanjang jalan raya Desa Kepet yang menjadi gerbang pintu masuk selamat datang menuju Kota Tuban nyaris tidak terurus.

Banyak pepohonan dan tanaman hias lain yang dikhtiarkan sebagai penyejuk mata dan peneduh hati di kawasan ini mulai kering dan meranggas. Daun yang harusnya hijau sekarang berubah warnanya menjadi kecoklatan, Dari tekstur tanah di bawahnya yang kering, jelas tak pernah kena siraman air. Padahal DKP memiliki fasilitas armada yang siap siap digerakkan setiap saat.

Sejumlah warga di kawasan pintu gerbang masuk kota, beranggapan pihak DKP Tuban lebih meng iyakan pembangunan taman di dalam kota yang notabene penataanya sudah tergolong rapi.


Soal tudingan itu Kepala Bidang Pertamanan DKP Tuban, Lilik Subianto, tak sepenuhnya membantah meski juga tak mengiyakan. Dia mengakui, tahun ini konsentrasi pembangunan lebih mengacu pada sektor  pembangunan serta penataan ulang taman dan penanaman pohon kembali  di seputaran kota.

“Memang tahun ini konsentrasi kita penataan kawasan kota. Namun di luar kawasan itu tetap juga ada pemeliharaan rutin,” katanya kepada seputartuban.com,  Jumat (26/09/2014) pagi.

Menurut Lilik, fokus pembangunan tahun ini ada empat zona yang akan di kerjakan. Diantaranya zona pertama di Jalan Pahlawan akan di bangun penambahan taman dengan volume 100 Mp (massa padat).

Zona ke dua hutan kota, juga di Jalan Pahlawan yakni model penataan ulang  taman dengan volume 100 Mp. Sedangkan zona ketiga di Jalan Gedongombo eks tanah milik Bina Warga yang sudah dihibahkan dengan volume 100 Mp (massa padatan). Sementara zona keempat  adalah Jalan Wahidin Sudiro Husodo di sepanjang depan kantor PDAM sampai  RSUD akan ditanami pohon dengan volume 300 Mp.

Sumber : Seputar Tuban | ARIF AHMAD AKBAR | RayGa © 2014 Mitra Solusindo
 



Pelantikan DPRD Tuban Diwarnai Aksi Demo

Written By Unknown on Minggu, 24 Agustus 2014 | 17.30

Berita Tuban | Pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban periode 2015-2019 yang digelar hari ini diwarnai aksi unjuk rasa dari unsur masyarakat dan mahasiswa. Minggu (24/08/2014)

Mereka yang melakukan demonstrasi tersebut adalah Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) dan belasab mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Tuban (FMT).

Para demonstran yang menggelar aksinya di gedung DPRD Jl. Letda Sucipto Tuban ini memaksa masuk ke dalam gedung dewan yang sedang hikmat dilakukan pelantikan. Namun mereka harus berhadapan dengan barisan petugas Kepolisian Resor Tuban yang mengamankan jalannya pelantikan.

Para pengunjuk rasa ini menuntut, anggota DPRD yang baru dilantik ini melaksanakan kewajiban sebaik-baiknya sebagai wakil rakyat dan bekerja maksimal. Mereka menilai wakil rakyat periode sebelumnya tidak bekerja sungguh-sungguh dan terkesan lelet.

“Anggota yang baru ini kami harap lebih tanggap dengan kepentingan rakyat,” ujar, koordinator aksi dari KPR, Imanul, dalam orasinya.

Para aktivis perempuan ini juga menuntut agar untuk segera mewujudkan Peraturan Daerah (Perda) perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, meningkatkan anggaran yang responsif gender. Sebuah gagasan yang beberapa tahun terakhir ini mereka suarakan dan belum terwujud di kabupaten Tuban.

“Kami juga menuntut anggota dewan yang baru lebih transparan dengam mensosialisasikan semua kegiatan mereka kepada publik,” tambahnya.

Sementara, para aktivis FMT yang menggelar aksi serupa menuntut agar anggota dewan yang baru dilantik harus dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

“DPRD Tuban kedepan harus lebih transparan terhadap kebijakan yang akan ditetapkan” kata salah satu dari FMT dalam orasinya. (Wib)

Sumber : Wacana Tuban | Republish : RayGa © 2014 Mitra Solusindo
 




Diduga Lakukan Mal Praktek, Rumah Bidan Diluruk Warga

Berita Tuban | Rumah seorang bidan di Desa Jadi, Kecamatan Semanding digruduk beberapa orang warga. Pasalnya, bidan desa tersebut dituduh melakukan mal praktek hingga, menewaskan seorang bayi, Sabtu (23/08).

Sehingga, untuk menghindari amuk massa tersebut petugas kepolisian dari jajaran Polsek Semanding menjaga ketat rumah bidan tersebut.

Penjagaan tersebut menyusul adanya beberapa warga yang mendatangi rumah bidan tersebut. Mereka tidak terima dan menduga adanya kesalahan prosedur dalam proses imunisasi bocah laki-laki berusia 7 bulan tersebut.

”Kami tadi mendapatkan informasi dari warga, adanya warga yang beramai-ramai dan mendatangi rumah bidan ini,” jelas Kapolsek Semanding, AKP Lumban, saat dikonfirmasi kotatuban.com dilokasi kejadian.



 
Kendati demikian, sampai saat ini Kapolsek Semanding mengaku belum mendapatkan laporan secara resmi dari warga. Penjagaan tersebut, kata Kapolsek, hanya sebagai bentuk antisipasi tindakan anarkisme dari warga terutama keluarga korban yang belum bisa menerima kematian korban.

”Kita belum medapatkan laporan secara resmi dari warga, tetapi kita melakukan penjagaan di sini sebagai antisipasi adanya kericuhan akibat kejadian ini yang dilakukan warga,” tandas Lumban.

Kejadian tersebut bermula saat bidan desa tersebut melakukan imunisasi di Dusun Geneng Wetan, Desa Jadi pada hari Kamis (21/08) kemarin. Salah satu bayi yang diimunisasi bernama Niko Bagas Saputra, buah hati dari pasangan Suyitno (30) dan Nenok (28).

Menurut penuturan Hadi, salah seorang keluaraga korban, sebelum mendapat imunisasi, bayi Niko dalam keadaan sehat. Namun, setelah mendapatkan imunisasi, sang Balita yang baru berusia 7 bulan tersebut terserang demam tinggi dan bahkan muntah-muntah.

Sakit sang Balita semakin parah, hingga akhirnya meninggal dunia. Keluarga korban tidak membawa Balita tersebut ke Rumah Sakit dengan alasan tidak ada biaya. Kematian Balita inilah, yang memicu anggapan terjadinya Mal Praktek yang dilakukan Bidan.

”Sampai sekarang kedua orang tua bayi Niko tidak sadarkan diri. Kemarin pas sakit, Niko mau dibawa ke rumah sakit. Namun, kedua orang tua bayi Niko terbentur dengan biaya,” terang Hadi, saat berada di rumah duka. (duc)
Sumber : Kota Tuban | Republish : RayNa © 2014 Mitra Solusindo
 








'Jendela Indonesia' Pertemukan Musik Tradisional dengan Modern

Written By Unknown on Jumat, 22 Agustus 2014 | 10.21

Berita Tuban | Jakarta - Puluhan musisi ternama Tanah Air akan berkumpul di 'Jendela Indonesia'. Konser musik yang akan digelar pada 31 Agustus mendatang itu juga menjadi ajang mempertemukan musik tradisional dengan modern.

Pada acara yang juga menjadi malam puncak perayaan ulang tahun ke 52 TVRI itu rencananya akan diramaikan oleh berbagai penyanyi top, seperti Enno Lerian, Syaharani, hingga diva Indonesia, Rossa. Beberapa di antaranya pun berlatih pada hari ini, Jumat (22/8/2014).

"Jarang banget konser dengan melibatkan artis sebanyak ini pakai orkestra. Karena membutuhkan persiapan cukup dan biaya besar. Selain itu butuh konduktor dan aranger yang besar," ujar Syaharani.
Gelaran konser yang akan ditayangkan live tersebut diiringi oleh orkestra dari Dwiki Dharmawan. Ia berjanji akan menghadirkan musik lintas zaman.

"Nanti akan banyak lagu kenangan, dengan format aransemen baru dengan orkestra. Ita Purnamasari (istrinya) juga akan nyanyikan lagu seperti zaman di Selekta Pop. Rossa juga akan nyanyi lagu yang diciptakan Fariz RM," sahut Dwiki. (dar/kmb)

Sumber : Detik Hot | Publisher : Dicky Ardian | Republish : RayNa © 2014 Mitra Solusindo
 



Rem Blong, Truk Muatan Jelly Terguling

Berita Tuban | Akibat rem blong, truk muatan marimas jelly terprosok kejurang sedalam tiga meter. Peristiwa tersebut terjadi di ruas jalan pantura kilometer 8 Tuban, tepatnya berada di Dusun Kepet Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Kamis (21/8/2017)

Insiden truk masuk jurang, bermula saat truk ber-Nopol K 1782 BD yang dikemudikan Suwardi (45), warga Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, melaju dari arah Semarang menuju Surabaya, namun saat berada di jalanan turun, mendadak kendaraan tersebut alami rem blong, dan masuk ke jurang.

“Tidak tahu kenapa, tiba-tiba di jalanan yang turun, rem blong, dan akhirnya melaju makin kencang, dan saya ambil kiri ternyata jatuh ke jurang, untung ada pohon, kalau tidak mungkin akan jatuh lebih dalam lagi” ujar Suwardi sopir truk yang alami kecelakaan.

Rencananya truk yang bermuatan marimas jelly tersebut akan dikirim ke salah satu dipo di surabaya. “Minuman marimas jelly ini, dari Semarang mau saya kirim menuju salah satu dipo Surabaya,” pungkas Suwardi.

Sementara itu, truk nahas tersebut masih belum di evakuasi, hanya tampak sejumlah orang yang mengeluarkan muatan tersebut, untuk di pindahkan ke truk lainnya. Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa, sedangkan sopir truk hanya mengalami luka ringgan dan memar di bagian kepala serta kaki. (Pul)

Sumber : Kabar Tuban | Republish : RayNa © Mitra Solusindo 2014

 

Pengedar Uang Palsu di Bekuk Polisi

Berita Tuban | Aparat kepolisian dari unit Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim),  Polres Tuban, berhasil menangkap seorang pelaku pengedar uang palsu (upal), yang biasa beroprasi diwilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah Senin, (11/8/2014).

Penangkapan tersebut, berawal dari informasi yang didapat aparat kepolisian, dengan beredarnya upal dikawasan Tuban, petugas yang mendapati informasi, langsung merespon dan melakukan pengintaian, sejak akhir bulan juli kemarin.

Pelaku yang diketahu bernama Andi Khudrin (39), warga Desa Semat Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepar itu, berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian, saat hendak melakukan transaksi, di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, dalam penangkapan tersebut turut diamankan barang bukti upal pecahan seratus ribu rupiah, sebanyak 1.400 lembar.

“Tersangka berhasil kita amankan, di rumah makan wahyu utama Kecamatan Bancar, saat hendak melakukan transaksi, pengedaran upal, dengan perbandingan satu banding tiga, satu uang asli ditukar dengan tiga uang palsu, sebelumnya, kita pancing tersangka, untuk melakukan transaksi didaerah perbatasan, antara Jawa Timur dan Jawa Tengah, satu orang berhasil kita tangkap”. Tutur Kapolres Tuban AKBP Ucu Kuspriyadi.

Lebih lanjut Ucu Kuspriyadi juga menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan, terkait beredarnya upal dikawasannya dan diduga kuat pengedarnya jaringan Jawa Tengah.

“Kita melakukan pengembangan, dari keterangan tersangka, diduga jaringan Jawa Tengah, kita  terus melakukan penyelidikan lebih lanjut, diwilayah Jawa Tengah, kita sempat melakukan pengeledahan disalah tempat, dan kita temukan dua lembar upal, pecahan seratus ribu rupiah dan lima puluh ribu rupiah, sedangkan pelaku sudah tidak ada ditempat, kita tetap melakukan penyelidikan untuk mengembangkan kasus ini, berkerjasama denga jajaran Polda Jateng maupun Polrestabes Semarang dan Polsek setempat” Dalam khasus ini, pihak kepolisan berhasil mengamankan satu buah koper, warna hitam, 1.400 lembar, upal pecahan seratus ribu, dan didapati 20 nomor seri yang sama

“Dalam penangkapan tersebut, kita amankan satu buah koper hitam, upal sebanyak 140 juta, pecahan seratus ribu, dengan jumlah 1.400 lembar, dari ribuan uang lembar tersebut, kita cocokan nomor serinya, dan kita dapati dua puluh nomor seri yang sama, jumlah banyaknya nomor seripun  bervariasi, mulai dari 46 lembar hingga 90 lembar” pungkas Kapolres Tuban.

Akibat perbuatannya tersebut, Tersangka bakal dijerat, pasal 244 sub 245 KUHP, tentang menyimpan dan mengedarkan uang palsu, dengan ancamannya maksimal penjara 15 tahun.(Pul)

Sumber : Kabar Tuban | Republish : RayNa © Mitra Solusindo 2014


Jelang Pengumuman MK, Tuban Siaga I

Written By Unknown on Kamis, 21 Agustus 2014 | 20.37

 Berita Tuban | Menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban menjaga ketat kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban, yang berada di Jalan Pramuka, Kamis (21/08).

Selain kantor KPU Kabupaten Tuban, petugas kepolisian juga bersiaga penuh di kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tuban, gudang logistik KPU. Petugas kepolisian juga disiagakan di kantor-kantor Partai Politik (Parpol) pendukung pasangan calon presiden.

”Kita melakukan siaga satu pengamanan menjelang putusan MK siang ini. Dan kita siaga penuh di kantor KPU, Panwaslu, gudang logistik, dan kantor-kantor Parpol pendukung pasangan Capres,” terang, Kasat Sabhara Polres Tuban, AKP Yani Susilo, saat ditemui kotatuban.com,  pada pengamanan di kantor KPU Tuban.

Menurutnya, pengamanan tersebut sebagai bentuk antisipasi menjelang putusan MK. Selain itu, diharapkan untuk pendukung pasangan Capres dapat menahan diri dan menghormati keputusan MK terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). ”Ya, mari kita sama-sama menjaga keamanan, agar suasana tetap kondusif dan aman. Apapun putusan MK mari kita hormati dan kita jalankan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kasat Sabhara mengatakan, pengamanan baik kantor KPU, kantor Panwaslu, maupun kantor-kantor Parpol akan dilakukan sampai benar-benar situasinya aman. Selain itu, penarikan pasukan pengamanan tersebut tergantung kondisi di pusat.

”Kalau sampai kapan pengamanan ini kita lakukan, kita menunggu keputusan dari pusat. Jika siang ini kondisi di Jakarta sudah tenang dan aman, pasti didaerah juga aman, dan pasukan bisa kita lakukan penarikan,” pungkasnya. (duc)

Sumber : kota Tuban | Republish : Dimas Aldheaksa © 2014 Mitra Solusindo






DB Mulai Mengganas di Tuban, Satu Meninggal

Berita Tuban | Penyakit Demam Berdarah (DB) mulai mengganas dan menyerang sejumlah warga Tuban, urtamanya kalangan anak-anak.

Data yang dioperoleh kotatuban.com dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Koesma Tuban menyebutkan, sedikitnya ada 14 pasien masuk rumah sakit tersebut dalam kondisi kekurangan trombosit akibat penyakit yang disebarkan nyamuk Aedes aegypti.

“Bulan Juli saja ada empat belas pasien DB dengan konsisi bervariasi, satu diantarantya kritis dan meninggal dunia,” ujar Siswanto, bagian humas RSUD Tuban.

Pantauan disalah satu ruang perawatan RSUD Dr Koma, sejumlah pasien nampak masih menjalani perawatan intensif akibat demam berdarah, dengan didominasi pasien anak-anak.

“Seluruh pasien yang masuk dengan gejala DB langsung dilakukan uji laboratorium. Jika positif tentu penanganan lanjutan oleh petugas medis melakukan antisipasi agar trombositnya tidak drop, kemudian mengembalikanya ke kondisi normal,” terang Siswanto.

Sementara, dua pasien anak-anak yakni Salisa (5) dan Muhammad Firza (9), dua kakah beradik asal desa Pucangan, Kecmatan Montong, sudah sepuluh hari ini menjalani perawatan di ruang Bugenfil RSUD, kondisi kakak beradik itu sudah berangsur membaik dibanding dengan saat dua bocah itu masuk rumah sakit dengan gejalan demam dan mual, sehingga oleh orangtuanya langsung dibawa kerumah sakit.

Wikoyatun nikmah, ibu pasien mengatakan, awalnya sang anak masuk kerumah sakit karena panas dingin, dan mual hingga muntaah, setelah di uji laboraturium oleh pihak rumah sakit, ternyata positif DB dan harus menjalani perawatan, beberapa hari kemudian satu agi anaknya juga mengalami gejala yang sama dan dibawa ke rumah sakit juga DB.

“Awalnya kakaknya yang kesini duluan, terus adeknya juga terkena DB, gejalanya ya panas terus dingin dan panas lagi, bahkan bmual dan muntah,” kata Wikoyatun.

Munculnya DB membuat warga pucangan itu cemas, dan berharap dinas terlait melakukan penyemprotan foging, agar DB tidak meluas menjangkiti warga lain di sekitar rumahnya. (kim)

Sumber : kota Tuban | Republish : Dimas Aldheaksa © 2014 Mitra Solusindo
 

 


Pabrik Semen Tuban Lakukan Inovasi Energi

Berita Tuban | PT Semen Indonesia (persero) Tbk  (SI) melakukan inovasi di bidang energi listrik. Bekerjasama dengan perusahaan asal Jepang, JFE Engineering, SI menggunakan teknologi pembangkit listrik yang memanfaatkan gas buang dengan kapasitas desain 30,6 Mega Watt (MW). Teknologi listrik ini diterapkan untuk empat pabrik SI yang berada di Tuban.

Kerjasama antara Perseroan dengan JFE merupakan realisasi Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani pada tanggal 25 Maret 2013 di kantor JFE Tokyo, Jepang. JFE merupakan representasi Kementerian Lingkungan Hidup Pemerintah Jepang untuk program Joint Crediting Mechanism (JCM), yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon. Direktur Utama Perseroan, Dwi Soetjipto melakukan penandatanganan kerjasama tersebut dengan Director JFE, Tetsuo Tsuyuguchi di kantor Perseroan, The East Jakarta, Selasa (15/7/2014).

Biaya investasi pembangunan teknologi WHRPG (Waste Heat Recovery Power Generation), mencapai Rp 638 miliar dan periode konstruksi sekitar 24 bulan, dihitung sejak kegiatan engineering sampai selesainya commissioning. Rencananya, teknologi ini akan beroperasi pada akhir semester II tahun 2016. Kandungan lokal dari proyek ini mencapai 52% dan sisanya merupakan kandungan impor yang dipasok JFE.

Menurut informasi yang dihimpun kabartuban.com, proyek ini akan berkontribusi pada program pengurangan emisi CO2 sebesar 122.358 ton pertahun. Dalam hal ini, Pemerintah Jepang mempunyai komitmen yang kuat untuk mendukung proyek ini melalui program JCM. “Kami mengharapkan akan mendapatkan dukungan dana dari Pemerintah Jepang sebesar kurang lebih 20% dari total biaya investasi atas upaya penurunan emisi CO2 ini,” kata Dwi Soetjipto. ”Ini merupakan inovasi dan efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan dalam bidang energi,” pungkasnya.

Menurutnya, pembangunan WHRPG dengan kapasitas 30,6 MW ini akan mengurangi penggunaan listrik PLN sebesar 152 juta kWh pertahun yang berpotensi penghematan biaya listrik sekitar Rp120 miliar pertahun.

Penggunaan teknologi ramah lingkungan di pabrik Tuban ini merupakan yang kedua di Perseroan, setelah sebelumnya dibangun dengan teknologi yang pada dasarnya sama di pabrik Indarung Padang dengan kapasitas 8,5 MW dan mulai beroperasi pada tahun 2011.  (im)

Sumber : Kabar Tuban | Republish : Dimas Aldheaksa © 2014 Mitra Solusindo


 




Tuban Properti | Pandan Arum Residence

Written By Unknown on Kamis, 27 Februari 2014 | 08.40



PANDAN ARUM RESIDENCE | Hunian Mewah dengan Plafond 4,5 meter.
Perumahan elegan minimalis di lintas Pantura TUBAN, berdekatan dengan kawasan industri berskala internasional, mudah di jangkau karena dilewati jalur Pantura yang menghubungkan Jawa Timur dan Jawa Tengah [ Tuban - semarang ] dan dilengkapi dengansistem sekuritas one gate system
Hunian ini kental dengan sensasi alam natural pedesaan tanpa meninggalkan kesan LUXURY.
Dapatkan harga super deal dengan menghubungi 085748482998 / BB. 276B2AD1 / 26B5998C




Ketentuan : 
  1. Booking Fee Rp. 2.000.000,- ( sudah termasuk dalam uang muka ).
  2. Uang Muka diangsur selama 4 kali ( 4 bulan ), uang muka pertama selambat lambatnya seminggu setelah pembayaran booking fee.
  3. Bersedia menambah Uang Muka bila terjadi penurunan nilai KPR.
  4. Besarnya suku bunga kredit disesuaikan dengan ketentuan BANK saat realisasi.
  5. Pembatalan sepihak , booking fee dianggap hangus.
  6. Harga sudah termasuk : SHM, IMB, PLN, PDAM/Air Bersih.
  7. Harga belum termasuk biaya KPR, BPHTB, BBN, dan Pajak lain sesuai ketentuan pemerintah.
  8. Penambahan faktor strategis bangunan dan / atau tanah, Bonus / Discount / Cash Back disesuaikan dengan program yang berlaku pada saat transaksi.
  9. Pembayaran dianggap sah bila ditransfer ke rekening a/n. PT. Pandan Arum Selaras.
  10. Ketentuan Lain diatur dalam PPJB.

Price List ( update 15 Januari 2014 )

  • Type :  " Canela "
LB/LT (m2)    45 / 94
Harga Jual Tunai    Rp. 225.000.000,-
Uang Muka    Rp. 50.000.000,-
Nilai KPR    Rp. 175.000.000,-
Angsuran / Bulan    5 Tahun : Rp. 3.937.139,-
   10 Tahun : Rp. 2.664.800,-
   15 Tahun : Rp. 2.389.627,-

  • Type :  " Arizona "
LB/LT (m2)    60 / 105
Harga Jual Tunai    Rp. 275.000.000,-
Uang Muka    Rp. 60.000.000,-
Nilai KPR    Rp. 215.000.000,-
Angsuran / Bulan     5 Tahun : Rp. 4.837.057,-
   10 Tahun : Rp. 3.273.897,-
   15 Tahun : Rp. 2.935.827,-

  • Type :  " Arizona II "
LB/LT (m2)    60 / 105
Harga Jual Tunai    Rp. 280.000.000,-
Uang Muka    Rp. 65.000.000,-
Nilai KPR    Rp. 215.000.000,-
Angsuran / Bulan     5 Tahun : Rp. 4.837.057,-
   10 Tahun : Rp. 3.273.897,-
   15 Tahun : Rp. 2.935.827,-
 
Spesifikasi Bangunan :
  • Pondasi : Batu , Sloof Beton
  • Rangka Atap : Galvalume
  • Dinding : Bata Finishing Cat
  • Lantai : Keramik 40X40 | Kamar Mandi : 20X20
  • Pintu : Multiplek Duco
  • Kusen & Jendela : Aluminium
  • Closed : Duduk
  • Listrik : 1300 watt
  • Air Bersih : PDAM

Dokumen Pengajuan KPR   :
  • FC KTP Suami + Istri
  • FC Kartu Keluarga
  • FC NPWP
  • FC Suart Nikah / Cerai
  • FC Rekening BANK 3 bulan terakhir
  • Asli surat keterangan masa kerja / Surat Pengangkatan
  • ASLI Slip Gaji terakhir
  • Pas Foto Suami 3X4 @ 2 Lembar









Pandan Arum Residence [ Tuban Properti ]

Written By Unknown on Kamis, 20 Februari 2014 | 07.48

PANDAN ARUM RESIDENCE | Hunian Mewah dengan Plafond 4,5 meter.
Perumahan elegan minimalis di lintas Pantura TUBAN, berdekatan dengan kawasan industri berskala internasional, mudah di jangkau karena dilewati jalur Pantura yang menghubungkan Jawa Timur dan Jawa Tengah [ Tuban - semarang ] dan dilengkapi dengansistem sekuritas one gate system
Hunian ini kental dengan sensasi alam natural pedesaan tanpa meninggalkan kesan LUXURY.
Dapatkan harga super deal dengan menghubungi 085748482998 / BB. 276B2AD1 / 26B5998C




Ketentuan : 
  1. Booking Fee Rp. 2.000.000,- ( sudah termasuk dalam uang muka ).
  2. Uang Muka diangsur selama 4 kali ( 4 bulan ), uang muka pertama selambat lambatnya seminggu setelah pembayaran booking fee.
  3. Bersedia menambah Uang Muka bila terjadi penurunan nilai KPR.
  4. Besarnya suku bunga kredit disesuaikan dengan ketentuan BANK saat realisasi.
  5. Pembatalan sepihak , booking fee dianggap hangus.
  6. Harga sudah termasuk : SHM, IMB, PLN, PDAM/Air Bersih.
  7. Harga belum termasuk biaya KPR, BPHTB, BBN, dan Pajak lain sesuai ketentuan pemerintah.
  8. Penambahan faktor strategis bangunan dan / atau tanah, Bonus / Discount / Cash Back disesuaikan dengan program yang berlaku pada saat transaksi.
  9. Pembayaran dianggap sah bila ditransfer ke rekening a/n. PT. Pandan Arum Selaras.
  10. Ketentuan Lain diatur dalam PPJB.

Price List ( update 15 Januari 2014 )

  • Type :  " Canela "
LB/LT (m2)    45 / 94
Harga Jual Tunai    Rp. 225.000.000,-
Uang Muka    Rp. 50.000.000,-
Nilai KPR    Rp. 175.000.000,-
Angsuran / Bulan    5 Tahun : Rp. 3.937.139,-
   10 Tahun : Rp. 2.664.800,-
   15 Tahun : Rp. 2.389.627,-

  • Type :  " Arizona "
LB/LT (m2)    60 / 105
Harga Jual Tunai    Rp. 275.000.000,-
Uang Muka    Rp. 60.000.000,-
Nilai KPR    Rp. 215.000.000,-
Angsuran / Bulan     5 Tahun : Rp. 4.837.057,-
   10 Tahun : Rp. 3.273.897,-
   15 Tahun : Rp. 2.935.827,-

  • Type :  " Arizona II "
LB/LT (m2)    60 / 105
Harga Jual Tunai    Rp. 280.000.000,-
Uang Muka    Rp. 65.000.000,-
Nilai KPR    Rp. 215.000.000,-
Angsuran / Bulan     5 Tahun : Rp. 4.837.057,-
   10 Tahun : Rp. 3.273.897,-
   15 Tahun : Rp. 2.935.827,-
 
Spesifikasi Bangunan :
  • Pondasi : Batu , Sloof Beton
  • Rangka Atap : Galvalume
  • Dinding : Bata Finishing Cat
  • Lantai : Keramik 40X40 | Kamar Mandi : 20X20
  • Pintu : Multiplek Duco
  • Kusen & Jendela : Aluminium
  • Closed : Duduk
  • Listrik : 1300 watt
  • Air Bersih : PDAM

Dokumen Pengajuan KPR   :
  • FC KTP Suami + Istri
  • FC Kartu Keluarga
  • FC NPWP
  • FC Suart Nikah / Cerai
  • FC Rekening BANK 3 bulan terakhir
  • Asli surat keterangan masa kerja / Surat Pengangkatan
  • ASLI Slip Gaji terakhir
  • Pas Foto Suami 3X4 @ 2 Lembar









Warga Blokir Akses Jalan PLTU Tj. Awar-awar

Written By Unknown on Selasa, 18 Februari 2014 | 08.09

Berita Tuban | Ratusan warga dari 5 desa Ring 1 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Awar-awar di desa Wadung kecamatan Jenu kabupaten Tuban Jawa Timur melakukan aksi unjukrasa dengan memblokir akses jalan PLTU. Selasa (11/02/2014).

Para pengunjuk rasa menuntut Manajer Pembangkit Jawa Bali (PJB), Bambang Iswandono dipecat karena mereka angggap tidak memperhatikan nasib mereka karena mempekerjakan orang dari luar kabupaten Tuban.

“Bambang harus dipecat karena telah membohongi kita, dulu dia berjanji akan mempekerjakan warga ring 1, tapi kenyataannya malah orang dari luar Tuban,” kata Rifqi Mukhlason, salah seorang koordinator aksi.

Menurut Rifqi, warga menganggap Bambang telah ingkar janji. Sebelumnya pada Rabu (11/09/2013)silam, warga desa Ring 1 PLTU juga melakukan aksi blokir jalan menuntut pekerjaan bagi warga lokal. Dalam kesempatan itu, Bambang Iswandono menjanjikan bahwa tenaga non skill PLTU Tanjung Awar-awar akan menggunakan tenaga dari warga Ring 1.

“Kalau hanya tenaga non skill seperti office boy dan tenaga kebersihan atau sekurity warga lokal juga bisa, mengapa mengambil tenaga kerja dari luar Tuban,” kata Rifqi.

Aksi blokir jalan ini berlangsung dari pagi hari hingga siang hari. Merasa tidak mendapat respon dari pihak manajemen PLTU, warga ring 1 PLTU yang terdiri dari warga desa Wadung, Desa Rawasan, Desa Mentoso, Desa Kaliuntu, dan Desa Beji ini kemudian nekat melakukan aksi sabotase 4 bus karyawan PLTU hingga akhirnya menajer PLTU menemui mereka.

Manajer operasi PLTU, Ubaidi saat dikonfirmasi para wartawan mengatakan permasalahn tersebut hanya kesalahfahamam dengan warga karena kurang adanya komunikasi. Dia berjanji akan mempekerjakan tenaga non skill dari wargga ring 1.

“Untuk tenaga supporting akan kita akomodir, untuk tenaga profesional itu wewenang pusat,” katanya. (Wib)


Sumber : Wacana Tuban | Publisher : RayNa © 2014 Mitra Solusindo






SERVER Distributor PULSA MURAH

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Berita Tuban dot Com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger