Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label kabupaten tuban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kabupaten tuban. Tampilkan semua postingan

Warga Blokir Akses Jalan PLTU Tj. Awar-awar

Written By Unknown on Selasa, 18 Februari 2014 | 08.09

Berita Tuban | Ratusan warga dari 5 desa Ring 1 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Awar-awar di desa Wadung kecamatan Jenu kabupaten Tuban Jawa Timur melakukan aksi unjukrasa dengan memblokir akses jalan PLTU. Selasa (11/02/2014).

Para pengunjuk rasa menuntut Manajer Pembangkit Jawa Bali (PJB), Bambang Iswandono dipecat karena mereka angggap tidak memperhatikan nasib mereka karena mempekerjakan orang dari luar kabupaten Tuban.

“Bambang harus dipecat karena telah membohongi kita, dulu dia berjanji akan mempekerjakan warga ring 1, tapi kenyataannya malah orang dari luar Tuban,” kata Rifqi Mukhlason, salah seorang koordinator aksi.

Menurut Rifqi, warga menganggap Bambang telah ingkar janji. Sebelumnya pada Rabu (11/09/2013)silam, warga desa Ring 1 PLTU juga melakukan aksi blokir jalan menuntut pekerjaan bagi warga lokal. Dalam kesempatan itu, Bambang Iswandono menjanjikan bahwa tenaga non skill PLTU Tanjung Awar-awar akan menggunakan tenaga dari warga Ring 1.

“Kalau hanya tenaga non skill seperti office boy dan tenaga kebersihan atau sekurity warga lokal juga bisa, mengapa mengambil tenaga kerja dari luar Tuban,” kata Rifqi.

Aksi blokir jalan ini berlangsung dari pagi hari hingga siang hari. Merasa tidak mendapat respon dari pihak manajemen PLTU, warga ring 1 PLTU yang terdiri dari warga desa Wadung, Desa Rawasan, Desa Mentoso, Desa Kaliuntu, dan Desa Beji ini kemudian nekat melakukan aksi sabotase 4 bus karyawan PLTU hingga akhirnya menajer PLTU menemui mereka.

Manajer operasi PLTU, Ubaidi saat dikonfirmasi para wartawan mengatakan permasalahn tersebut hanya kesalahfahamam dengan warga karena kurang adanya komunikasi. Dia berjanji akan mempekerjakan tenaga non skill dari wargga ring 1.

“Untuk tenaga supporting akan kita akomodir, untuk tenaga profesional itu wewenang pusat,” katanya. (Wib)


Sumber : Wacana Tuban | Publisher : RayNa © 2014 Mitra Solusindo






Haeny Kritik Jalan Rusak, Pertanyakan Uang Pajak

Written By Unknown on Sabtu, 15 Februari 2014 | 08.58

Berita Tuban - Mantan penguasa Tuban, Bu Haeny muncul di depan ratusan kader Partai Golkar dan mulai lantang melempar kritik kepada Pemerintah Kabupaten Tuban yang kini dipimpin oleh rival politiknya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Haeny Relawari Rini Widyastuti menyampaikan bahwa dirinya prihatin dengan kondisi jalan di Tuban saat ini. Menurutnya, kondisi jalan Tuban banyak yang rusak parah, dan hal itu akan sangat mengganggu roda ekonomi masyarakat.

Haeny muncul di hadapan publik pada saat pertemuan kader Partai Golkar di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Haeny mengatakan,”Padahal masyarakat saat membayar pajak dari waktu ke waktu naik terus. Otomatis pendapatan daerah tambah banyak. Tapi kenapa kondisi jalan kok tambah jelek. Terus kemana uang pajak yang dari rakyat,” ujar Haeny dihadapan ratusan kader Golkar.

”Jika sampai di lahan pertanian jalannya lancar, pasti tengkulak akan mendatangi petani sampai di lahan pertanian. Dan harganya juga akan lebih tinggi,” ungkap mantan Bupati Tuban tersebut.

Dengan lantang pula Haeny juga mengatakan bahwa saat ini lahan pertanian banyak yang beralih fungsi. Lahan pertanian banyak yang digunakan pembangunan perusahaan, perumahan, dan bangunan lainnya. Hal ini berarti lahan pertanian semakin sempit. ”Jika lahan pertanian banyak yang alih fungsi, terus kita akan makan apa,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tuban belum berkenan memberikan tanggapan atas kritik yang disampaikan Bu Haeny. Baik Dinas Pekerjaan Umum (PU) atau Bupati serta Wakil Bupati Tuban, belum bisa dikonfirmasi hingga saat ini, Jum’at (14/2/2014). (im)

Sumber : Kabar tuban | Publisher : RayNa © Mitra Solusindo 2014





Peringati K3, Dinsosnaker Gelar Jalan Sehat

Berita Tuban - Memperingati Hari Nasional K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kabupaten Tuban menyelenggarakan jalan sehat yang diikuti lebih dari 500 orang.

Kegiatan yang bertemakan “wujudkan budaya k3 untuk menjamin stabilitas usaha dalam mendukung pertumbuhan nasional” tersebut, diikuti oleh pelajar, pegawai pemerintahan, dan perwakilan sejumlah perusahaan yang ada di Tuban, Jum’at (14/2/2014). Kegiatan dilangsungkan di jalan Kartini, sejak pukul 06.00 WIB sampai selesai.

Kepala Dinsosnaker Tuban, Nurjanah mengatakan, “ini adalah agenda rutin tiap tahun yang kami selenggarakan untuk memperingati K3. Kegiatan ini diharapkan dapat mengingatkan perusahaan untuk memperdulikan karyawan dari segi kesehatan serta keselamatan kerja, baik dalam hal perusahaan perbankkan, rumah sakit atau perusahaan komersial lainnya.,” tutur mantan camat Kerek tersebut.

Lebih lanjut Nurjanah mengatakan, “Karena di Tuban begitu banyak pabrik, ada JOB, Semen Indonesia, Holchim, TPPI, dan masih banyak yang lainnya,” tambahnya.

Menurut informasi yang didapat wartawan media ini, kegiatan K3 ini tidak hanya dilakukan di Tuban, tapi di seluruh Indonesia. Dalam acara tersebut, Dinsosnaker juga melibatkan seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Tuban. (ipul/im)

Sumber : Kabar tuban | Publisher : RayNa © Mitra Solusindo 2014



 Jasa Kelistrikan : Pasang Baru , Tambah Daya , Instalasi Listrik klik di sini


Selamatkan Ayah, Anak Malah Tewas

Written By Unknown on Rabu, 30 Januari 2013 | 10.26


BeritaTuban dot com - Mundir (19) warga Desa Dagangan, Kecamatan Parengan tewas kesetrum listrik setelah berusaha menolong Kusnadi (54) bapaknya sendiri. Kusnadi sendiri, meski selamat harus menjalani perawatan medisi di rumah sakit, Senin (29/1).

Informasi yang berhasil didapat menyebutkan, peristiwa yang menimpa bapak dan anak tersebut  berawal saat ayah korban sedang mebersihkan kandang sapi yang berada di depan rumahnya. Saat membersihkan kandang itu Kusnadi ayah korban bermaksud membetulkan kabel listrik yang jatuh karena tiang penyangganya roboh. Secara tidak sengaja saat membetulkan kabet Kusnadi  menyentuh kabel lecet hingga ahirnya tersetrum.

“Sebenarnya saya mau membetulkan kabel itu supaya tidak terlalu rendah, mau saya naikan biar tidak menganggu,” kata Kusnadi, saat dirawat di Rumah Sakit NU Tuban.

Saat dirinya tersengat listrik spontan ia langsung berteriak meminta tolong. Mendengar teriakan minta tolong, Mundir yang tidak jauh dari lokasi langsung  datang menolong. Tanpa memperhatikan keselamatannya,  Mundir langsung memegang orang tuanya itu hingga ia juga ikut kesetrum. Sayang usaha Mundir itu harus dibayar dengan nyawa. Mundir meninggal dalam perjalanan menuju rumahsakit.

“Tadi anaknya yang berusaha untuk menolong, namun dia malah yang meninggal,” tambah sejumlah kerabat korban saat berada di rumah sakit. (kim)

Editor: - |  Publisher  :  Rangga
   [kotatuban.com] COPYRIGHT © Warta Tuban 2013 


Tukang Patri Tewas Terlindas Truk


BeritaTuban dot com - Nahas menimpa Makin (70) warga Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, tewas dihantam truk saat jatuh dari sepeda pancalnya di Jl Tuban-Merakurak, Mandirejo, Kecmatan Merakurak, Selasa (29/1/2013).

Informasi dilapangan, peristiwa tragis itu terjadi ketika korban yang kesehariannya bekerja sebagai tukang patri dan service kompor di pasar Kecamatan Merakurak ini pulang dengan mengayuh sepeda pancalnya.

Namun saat perjalanan pulang melintas di Jl Tuban-Merakurak, tepatnya di Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, korban terjatuh karena jalan licin sehabis diguyurhujan.  Saat bersamaan itulah dump truck dengan nomor polisi S 8207 UP yang dikemudikan M Badrus melintas dari arah belakang.

“Mungkin karena jarak sudah dekat, dump truk tak mampu menghindari dan akhirnya melindas tubuh kakek renta,” ungkap sejumlah saksi mata.

Akibat tertabrak dump truk itu korban menderita luka parah. Kepalanya bagian belakang nyaris pecah terlindas roda dump truk bagian belakang. Korban pun meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Sedangkan sepeda pancal milik korban tak sedikitpun rusak.

“Saya lihat mobil tersebut sudah berusaha menghindar, tapi karena jarak yang terlalu dekat hingga tubuh kakek tersebut tergilas ban belakang kiri,” ujar A Yasir (60), salah satu saksi di lokasi kejadian. (ros)

Editor: - |  Publisher  :  Rangga
   [kotatuban.com] COPYRIGHT © Warta Tuban 2013 



Cung dan Ndhuk Tuban Diarak Keliling Kota

Written By Unknown on Kamis, 01 November 2012 | 09.14

BeritaTuban dot com - Finalis duta wisata Cung dan Ndhuk Kabupaten Tuban 2012 di kirab. Finalis yang berjumlah 20 orang ini naik mobil bak terbuka dan mengelilingi Kota Tuban, Selasa (30/10).

Ketua Panitia Pemilihan Duta Wisata Cung dan Ndhuk Kabupaten Tuban Tahun 2012, Obro Nurnaningtyas mengungkapkan, pengarakan atau kirab para finalis Cung dan Ndhuk ini memiliki beberapa tujuan, antara lain, supaya masyarakat mengetahui bahwa Tuban memiliki Cung dan Ndhuk.

Selain itu, juga mengenalkan para finalis Cung dan Ndhuk kepada masyarakat luas. Juga mengenalkan kepada para finalis potensi apa yang ada di Tuban. ‘’Para finalis supaya lebih kenal terhadap sosial, budaya, dan potensi apa yang ada di Tuban,’’ ujar wanita ber jilbab itu.

Kirab finalis duta wisata Cung dan Ndhuk dimulai pada pukul 15.00 WIB. Sedangkan, rute yang dilewati para finalis ini mulai strat dari Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, kemudian melewati Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo, Jalan Sunan Kalijaga, Jalan Diponegoro, Jalan Dr Sutomo.

Setelah itu,  para finalis ini menyusuri Jalan Ronggolawe, Jalan Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, Jalan WR Supratman, Jalan Basuki Rahmat. Kemudian finis kembali di Dinas Perekonomian dan Pariwisata. ‘’Di Jalan Basuki Rahmat para finalis sempat singgah didiler Yamaha,’’ tandasnya.

Menurutnya, kunjungan para finalis  didiler ini untuk memperkenalkan produk-produk Yamaha kepada para finalis.

‘’Pada kesempatan kali ini Yamaha menjadi seponsor utama kami,’’ ujarnya.

Dia mengatakan, tugas penting yang disandang Cung dan Ndhuk kedepan adalah membantu untuk mengenalkan dan mempromosikan sektor wisata, seni, dan budaya yang ada di Tuban. Sehingga para finalis Cung dan Ndhuk ini dituntut untuk mengetahui dan memahami potensi kearifan local. ‘’Juga bertugas mengenalkan kepada masyarakat luas,’’ tuturnya. (duc)

Editor: admin |  Publisher  :  Rangga
   [Kotatuban.com] COPYRIGHT © Warta Tuban 2012 

SERVER Distributor PULSA MURAH

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Berita Tuban dot Com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger