Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label partai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label partai. Tampilkan semua postingan

Politisi Senior kuasai Fraksi DPRD Tuban

Written By Unknown on Rabu, 01 Oktober 2014 | 23.54

Berita Tuban | Sejumlah politisi senior didapuk menjadi ketua fraksi di DPRD Tuban periode 2014-2019. Diantara politisi senior itu, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FKB), Sa’dun Na’im, Ketua Fraksi Gerindra, Aris Setiawan. Ketua Fraksi Golkar Keadilan Sejahtera (Gabungan Golkar dan PKS), Rudi Hartono, Ketua Fraksi Partai Demokrat, Astutik.  Ketua Fraksi Nasdem Hati Nurani Rakyat (gabungan Partai Nasdem dan Hanura), Rasmani, Ketua Fraksi Amanat Pembangunan (gabungan PAN dan PPP), Aguk Sihabudin.

Sa’dun Na’im dan Aris Setiawan pada periode lalu, masing-masing menjabat Wakil Ketua DPRD. Sementara Astutik dan Rudi Hartono sebelumnya sebagai anggota DPRD Tuban. Ketua fraksi yang orang baru praktis hanya Rasmani dan Aguk Sihabudin.

“Sidang paripurna hanya sebatas memutuskan usulan dari partai masing-masing. Soal siapa yang dicalonkan menjadi ketua fraksi menjadi hak mutlak partai. Jadi DPRD hanya memutuskan saja, tidak lebih dari itu,” terang Ketua DPRD Tuban Miyadi, Rabu (1/10).

Sementara itu sejumlah elemen masyarakat berharap, DPRD Tuban yang baru diharapkajn bisa meningkatkan kinerja lebih baik dibanding sebelumnya. Apalagi, yang memegang jabatan ketua fraksi mereka yang sudah berpengalaman. Sehingga, mampu mendorong kinerja anggota fraksi masing-masing.

“Kan ketua fraksinya para politisi senior, masak kinerjanya kalah dengan sebelumnya. Kami berharap dewan tidak hanya menyatakan sebagai wakil rakyat, tapi, kinerjanya hanya untuk partai dan dirinya saja,” terang Ketua Komisi Perempuan Ranggalawe Tuban, Imanul Isthofiyana.


Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein, pihaknya meminta agar dewan bisa bekerja dengan cepat dan tepat, sehingga program pembangunan bisa cepat dilaksanakan tepat waktu.

“Kami juga berharap dewan yang baru bisa bekerja yang cepat dan tepat,” tutur Noor Nahar.

Ketua DPRD Miyadi menyadari tuntutan berbagai pihak itu. Namun, pihaknya juga meminta agar eksekutif juga bertindak cepet dan tepat. “DPRD itu kan tidak bisa bekerja sendiri, eksekutif sebagai patner juga harus bekerja cepat dan tepat, sehingga, semuanya bisa berjalan sesuai rencana,” tutur Miyadi. (ros)

Sumber : Kota Tuban | RayNa
© 2014 Mitra Solusindo
ikuti kami di Twitter   




CUkup ketik : DFT.NO_HP.NAMA.KOTA


HT mundur pertanda buruk bagi Nasdem

Written By Unknown on Rabu, 30 Januari 2013 | 10.13


BeritaTuban dot com - Perpecahan dua kubu di Partai Nasdem, antara Hary Tanoesoedibjo (HT) dengan Surya Paloh, akan menjadi pertanda awal yang buruk bagi masa depan buat Partai Nasdem, partai baru yang lolos verifikasi KPU itu, kata peneliti.

Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Toto Izul Fatah kepada pers di Jakarta, Senin, mengatakan, pilihan sikap mundurnya Harry Tanoe, setidaknya  hal itu meng-affirmasi tentang dua hal. 

Pertama, seperti sudah diprediksi sebelumnya, sebagai  partai baru, Nasdem masih memiliki masalah dengan soliditas mesin partai. Para elitnya belum teruji memiliki record yang handal dalam mengatasi konflik. 

"Kedua, keunggulan partai Nasdem selama ini ternyata masih berkategori 'bubble' yang rawan pecah. Kenapa? Karena partai dibangun sejak awal tidak dengan fondasi yang kokoh," ujarnya.

Menurut Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI itu, Partai Nasdem dibangun dari pencitraan dan polesan popularitas tanpa dibarengi dengan penguatan soliditas mesin partai dengan aneka program-programnya yang merakyat.

"Dalam situasi yang seperti itu, idealnya ada figur tokoh yang mampu menjadi perekat. Dan tokoh itu harusnya diambil Surya Paloh. Sayangnya, Surya  Paloh justru ikut hanyut  menjadi bagian dari konflik itu," katanya. 

Toto menduga hal tersebut terjadi setelah Surya Paloh memilih ngotot untuk ikut terlibat dalam bursa ketua umum partai Nasdem. Padahal, Surya Paloh sebaiknya mengambil posisi dan peran sebagai "King Maker" di partai seperti yang dilakukan Pak Harto di Golkar dan SBY di Demokrat. 

Surya Paloh seyogyanya sadar bahwa pilihan untuk ikut dalam bursa ketua umum sebenarnya  justru  menurunkan harga jualnya sebagai figur perekat di partai.

"Dengan sikap mundurnya Harry Tanoe, saya menduga ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, Partai Nasdem akan kembali bernasib serupa dengan parpol baru lainnya, yakni tak akan melewati 5 persem perolehan suara nasional, yang itu berarti hanya akan melengkapi jumlah parpol yang berstatus papan bawah. Apalagi, dalam kontek dimana popularitas Nasdem dengan 5 persen suara di berbagai lembaga survei belakangan," katanya.

Hal tersebut, kata Toto, pertama, naiknya popularitas Nasdem lebih karena kontribusi peran media lewat aneka iklannya yang massif, bukan karena  berjalannya mesin partai. Itu artinya, dengan hengkangnya Hary Tanoe berarti ada peran signifikan yang hilang.

Kedua, partai Nasdem dibawah komando Surya Paloh bisa secepatnya "me-recovery" diri dengan aneka gebrakan program dan kebijakan yang, bukan hanya bisa mendongkrak popularitas tapi juga elektabilitas.  

Toto menegaskan, peluang tersebut sebenarnya terbuka sangat lebar. Apalagi, ditengah menguatnya ekspektasi publik kepada Nasdem sebagai partai pembawa perubahan. 

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Patrice Rio Capella mengatakan pengunduran diri Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem Hary Tanoesoedibjo tidak akan mempengaruhi partainya.

"Pak Hary Tanoe mundur tak berpengaruh," kata Rio saat dihubungi wartawan.

Dia yakin kinerja partainya akan tetap bagus dan bisa menggalang dukungan banyak pemilih pada pemilihan umum tahun 2014 mendatang.(*)

Editor: Ruslan Burhani |  Publisher  :  Rangga
   [antaranews.com] COPYRIGHT © Warta Tuban 2013 



  

SERVER Distributor PULSA MURAH

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Berita Tuban dot Com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger