Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label polisi. Tampilkan semua postingan

Jelang Pengumuman MK, Tuban Siaga I

Written By Unknown on Kamis, 21 Agustus 2014 | 20.37

 Berita Tuban | Menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban menjaga ketat kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban, yang berada di Jalan Pramuka, Kamis (21/08).

Selain kantor KPU Kabupaten Tuban, petugas kepolisian juga bersiaga penuh di kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tuban, gudang logistik KPU. Petugas kepolisian juga disiagakan di kantor-kantor Partai Politik (Parpol) pendukung pasangan calon presiden.

”Kita melakukan siaga satu pengamanan menjelang putusan MK siang ini. Dan kita siaga penuh di kantor KPU, Panwaslu, gudang logistik, dan kantor-kantor Parpol pendukung pasangan Capres,” terang, Kasat Sabhara Polres Tuban, AKP Yani Susilo, saat ditemui kotatuban.com,  pada pengamanan di kantor KPU Tuban.

Menurutnya, pengamanan tersebut sebagai bentuk antisipasi menjelang putusan MK. Selain itu, diharapkan untuk pendukung pasangan Capres dapat menahan diri dan menghormati keputusan MK terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). ”Ya, mari kita sama-sama menjaga keamanan, agar suasana tetap kondusif dan aman. Apapun putusan MK mari kita hormati dan kita jalankan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kasat Sabhara mengatakan, pengamanan baik kantor KPU, kantor Panwaslu, maupun kantor-kantor Parpol akan dilakukan sampai benar-benar situasinya aman. Selain itu, penarikan pasukan pengamanan tersebut tergantung kondisi di pusat.

”Kalau sampai kapan pengamanan ini kita lakukan, kita menunggu keputusan dari pusat. Jika siang ini kondisi di Jakarta sudah tenang dan aman, pasti didaerah juga aman, dan pasukan bisa kita lakukan penarikan,” pungkasnya. (duc)

Sumber : kota Tuban | Republish : Dimas Aldheaksa © 2014 Mitra Solusindo






Roger Danuarta ditemani ibunya selama di kantor polisi

Written By Unknown on Selasa, 18 Februari 2014 | 08.52

Berita Tuban | Pemain sinetron Roger Danuarta ditemani ibunya, Elina Wati Atmaja, selama menjalani pemeriksaan di Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Pulogadung, Jakarta Timur.

Wajah Elina terlihat lelah. Dia tidak banyak memberikan keterangan tentang kasus yang menimpa anak laki-lakinya.

"Saya capek," kata Elina saat wartawan menanyakan kondisi Roger di Kantor Polsek Pulogadung, Selasa.

Elina duduk di bangku tamu bersama beberapa anggota keluarga Roger yang lain. Kadang dia diperkenankan berbicara dengan Roger dari luar jeruji besi.

Ia juga sempat meminta bantuan kerabat yang menemaninya mengambilkan baju ganti untuk Roger, yang ditetapkan sebagai tersangka pengguna narkoba setelah ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di dalam mobilnya pada Senin dini hari (17/2).

"Dia (Roger) itu bisa tiga sampai empat kali ganti baju dalam sehari. Gampang keringetan," katanya.

Elina menambahkan, seperti keluarga tahanan yang lain dia harus meninggalkan Kantor Polsek Pulogadung pada pukul 14.30 WIB.

"Saya ini sama saja, tidak dapat perlakuan khusus," kata Elina.

Setelah melakukan pemeriksaan, polisi menyatakan Roger Danuarta positif menggunakan narkoba dan menetapkan Roger sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba.


Sumber : Antara News | Editor: Maryati | Publisher : RayNa © 2014 Mitra Solusindo






 




Amankan Arus Mudik Polisi Sediakan 11 Pos Pantau

Written By Unknown on Kamis, 01 Agustus 2013 | 14.59

Berita Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban telah menyediakan sebanyak 11 Pos pantau arus mudik yang tersebar disepanjang jalur Pantura Tuban, Rabu (31/7). Pos pantau ini untuk menjaga kamanan dan kenyamanan untuk para pemudik lebaran.

Sebanyak sebelas pos pantau arus mudik lebaran 2013 ini tersebar mulai dari perbatasan Tuban dengan Jawa Tengah yakni berada di Pos Bancar, Kecamatan Bancar, sampai dengan Kecamatan Widang, perbatasan Kabupaten Tuban dengan Kabupaten Lamongan. “Posnya akan siap digunakan mulai operasi ketupat besuk. Setiap pos akan dijaga oleh beberapa anggota baik lalu lintas maupun anggota polisi lain dan juga dibnatu TNI,” ujar Kasat Lantas Polres Tuban AKP Akmal.

Menurutnya, dari 11 pos mudik lebaran tersebut 9 diantaranya adalah pos pantau arus lalu lintas maupuan ganguan keamanan lainnya. Sedangkan, satu pos untuk pelayanan dan satunya lagi Masjid Bintang. “Semua pos ini tersebar dititik-titik yang dinilai menjadi lokasi rawan macet, maupun rawan tindak kriminalitas. Sedangkan untuk Masjid Bintang kita tempatkan di depan terminal baru Tuban,” ungkapnya.

Lebih lanjut Akmal mengatakan, dihimbau kepada para pemudik yang melintasi jalur Pantura Tuban untuk menjaga keselamat dalam berkendara. Jika merasa mengantuk mereka dihimbau untuk beristirahat di pos-pos arus mudik maupun masjid Bintang yang telah disediakan. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ”Semua pengguna jalan diharapkan juga mematuhi aturan yang telah ada,” pungkasnya. (duc)



Redaktur :  -  |  Publisher  :  Rangga
   [http://kotatuban.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013





Anggota Sabhara yang Bentrok dengan Brimob Baru Lulus

Written By Unknown on Rabu, 24 Juli 2013 | 20.17

Warta Tuban - Anggota Sabhara Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah yang bentrok dengan anggota Brimob Srondol ternyata baru lulus beberapa bulan lalu. Aksi penyerangan yang dilakukan sekitar 50 anggota Brimob tanpa seragam ke markas Sabhara ini dipicu oleh isi pesan BlackBerry Messenger (BBM) bernada menghina yang dikirim salah satu anggota Sabhara.

"Saya dan petugas Propam yang mendengar insiden itu langsung mendatangi lokasi dan menggelar apel untuk anggota Sabhara yang baru lulus sekitar lima bulan itu," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Dwi Priyatno, di Semarang, Kamis 25 Juli 2013.

Selanjutnya Kapolda meninggalkan lokasi dan kembali menggelar apel di Mako Brimob Srondol, Banyumanik yang berjarak sekitar 25 kilometer.

Lokasi bentrok saat ini sudah kondusif, tidak terlihat ada bekas-bekas terjadinya keributan. Namun dua pedang samurai yang diduga dibawa oleh anggota Brimob sempat tertinggal di lokasi. Samurai tersebut sudah diamankan petugas Propam setelah kejadian.

Menurut beberapa anggota Brimob yang enggan disebut namanya itu, mereka sempat melakukan negoisasi dengan tujuh anggota Sabhara yang sedang melakukan piket. Namun tidak berapa lama keributan terjadi, beberapa diantaranya membawa senjata tajam berupa pedang samurai dan pentungan.

Sedangkan, menurut anggota Sabhara, bentrok terjadi karena ada provokator pada saat negoisasi berlangsung.

"Sempat negoisasi agak lama, tapi karena ada provokator, terjadi gesekan," kata anggota Sabhara.

"Dengar ada ribut-ribut, satu kompi yang siaga di sini turun. Mereka (Brimob) dipukul mundur," ujar anggota Sabhara lainnya.

Akibat bentrok antar polisi itu, tiga anggota Sabhara terluka lecet dan dilarikan ke Puskesmas setempat. Namun saat ini mereka sudah diperbolehkan pulang dari Puskesmas. (adi)

Author : Dwifantya Aquina, Puspita Dewi (Semarang)  |  Publisher  :  Rangga
   [Vivanews.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013



SERVER Distributor PULSA MURAH

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Berita Tuban dot Com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger