Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label radar tuban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label radar tuban. Tampilkan semua postingan

Kilang JOB PPEJ Semburkan “Gas Beracun”, Warga Rahayu “Santai”

Written By Unknown on Rabu, 01 Oktober 2014 | 00.00

Gambar hanya ilustrasi
Berita Tuban | Puluhan warga Desa Rahayu Kecamatan Soko panik dan lari tunggang langgang begitu suara sirine meraung-raung sebagai tanda telah terjadi kebocoran gas H2s, dari pengeboran minyak yang dikelola JOB PPEJ dan letakmya persis di depan mata warga, Kamis (25/09/2014) siang. Loh?

Sebentar, jangan ikut-ikutan panik dan berasumsi aneh-aneh. Sebab, peristiwa paniknya warga ring satu tersebut hanya merupakan penggalan replika simulasi penanggulangan bencana gas beracun yang tak kasat alias mata, alias “latihan” yang dimotori badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Pemkab Tuban dan JOB Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ).

Dalam acara simulasi penanggulangan bencana kegagalan teknologi industri ini melibatkan 250 warga Dusun Gandu dan Dusun Delik Desa Rahayu Kecamatan Soko. Turut mendamping dalam kegiatan tersebut sejumlah anggota Koramil Plumpang, Soko dan Koramil Parengan, Sabhara Polres Tuban, Polsek Soko, Satpol PP, Puskesmas, PMI serta sekuriti JOB PPEJ sendiri.

“Karena keberadaan industrialisasi di Kabupaten Tuban yang mulai menggeliat, seharusnya (simulasi) ini dilakukan pula oleh perusahaan yang lain. Tujuannya agar dapat mengantisipasi sedini mungkin ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Husein saat membuaka gladi simulasi yang digelar di lapangan Desa Rahayu tersebut.

Menurut dia, simulasi ini dilaksanakan agar masyarakat sadar dan faham betul apa yang harus dilakukan saat terjadi semburan gas H2S.

Sedangkan teknis simulasi itu sendiri diawali dengan suara sirine dari kantor JOB PPEJ kemudian warga berlari menuju jalan raya sebelum kemudian diangkut menggunakan truk yang disediakan menuju lapangan Desa Rahayu.

Jika kemudian semburan gas racun dari H2s terus meningkat warga kemudian dievakuasi menuju lapangan Desa Sokosari yang letaknya sekitar 2 kilometer dari lapangan desa setempat didampingi petugas terkait.


“Sementara pihak penanggulangan bencana seperti kodim, koramil, shabara dan polsek bertugas memastikan situasi desa. Jika situasi sudah terkendali baru warga kembali diangkut menuju rumahnya masing-masing,” tutur super visor blow up bidang gas H2S JOB PPEJ.

Pada bagian, warga mengaku senang dengan digelarnya simulasi penganggulangan gas beracun yang bersumber dari pengeboran minyak.

“Dengan begitu semua warga di ring satu bisa langsung mengambil langkah dan tidak panik ketika terjadi semburan gas beracun,” kata Laili Saadah disamping warga Desa Rahayu lainnya usai mengikuti simulasi.

Sumber : Seputar Tuban | ARIF AHMAD AKBAR | RayNa © 2014 Mitra Solusindo 

Follow me on twitter
 



Jelang Pengumuman MK, Tuban Siaga I

Written By Unknown on Kamis, 21 Agustus 2014 | 20.37

 Berita Tuban | Menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban menjaga ketat kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban, yang berada di Jalan Pramuka, Kamis (21/08).

Selain kantor KPU Kabupaten Tuban, petugas kepolisian juga bersiaga penuh di kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tuban, gudang logistik KPU. Petugas kepolisian juga disiagakan di kantor-kantor Partai Politik (Parpol) pendukung pasangan calon presiden.

”Kita melakukan siaga satu pengamanan menjelang putusan MK siang ini. Dan kita siaga penuh di kantor KPU, Panwaslu, gudang logistik, dan kantor-kantor Parpol pendukung pasangan Capres,” terang, Kasat Sabhara Polres Tuban, AKP Yani Susilo, saat ditemui kotatuban.com,  pada pengamanan di kantor KPU Tuban.

Menurutnya, pengamanan tersebut sebagai bentuk antisipasi menjelang putusan MK. Selain itu, diharapkan untuk pendukung pasangan Capres dapat menahan diri dan menghormati keputusan MK terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). ”Ya, mari kita sama-sama menjaga keamanan, agar suasana tetap kondusif dan aman. Apapun putusan MK mari kita hormati dan kita jalankan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kasat Sabhara mengatakan, pengamanan baik kantor KPU, kantor Panwaslu, maupun kantor-kantor Parpol akan dilakukan sampai benar-benar situasinya aman. Selain itu, penarikan pasukan pengamanan tersebut tergantung kondisi di pusat.

”Kalau sampai kapan pengamanan ini kita lakukan, kita menunggu keputusan dari pusat. Jika siang ini kondisi di Jakarta sudah tenang dan aman, pasti didaerah juga aman, dan pasukan bisa kita lakukan penarikan,” pungkasnya. (duc)

Sumber : kota Tuban | Republish : Dimas Aldheaksa © 2014 Mitra Solusindo






Pesisir Kota Menjadi Ajang Pertarungan Politik

Written By Unknown on Selasa, 18 Februari 2014 | 07.50

Berita Tuban | Pertarungan antar caleg di Tuban terus bergulir tenang dan memanas. Beberapa titik basis suara politik menjadi incaran sejumlah caleg. Salah satunya adalah di daerah pesisir kota Tuban. Masyarakat di sepanjang pesisir pantai kota Tuban tak pernah lepas dari target para politisi untuk mendulang suara. Kondisi pemukiman yang rapat dengan warga yang padat, menjadi daya tarik tersendiri untuk memanfaatkannya sebagi lumbung suara pemilu 2014.

Berdasarkan pantauan wartawan media ini, wilayah yang dulunya hampir bisa dikatakan sebagai basis hijau, kini sudah terlihat beragam warna. Seorang sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, “Kalau dulu daerah ini menjadi basis seorang caleg partai hijau yang kini menjabat, sekarang masyarakat sudah mulai beragam pilihan. Banyak yang masuk ke sini, seperti Gerindra, PKB, Golkar, PDI – P dan Nasdem. Semuanya berlomba untuk mendapatkan suara masyarakat pesisir.”

Sejumlah informasi yang dihimpun wartawan media ini menyebutkan, hingga saat ini para caleg sudah mulai terus bergerilya. Mulai ke jama’ah ibu – ibu pengajian dengan membagikan jilbab, hingga mendirikan ponten umum untuk warga. Tidak ketinggalan para caleg dan tim suksesnya terus menggulirkan opini ke masyarakat untuk saling berebut simpatik masyarakat.

Salah seorang caleg yang dapat dikonfirmasi wartawan media ini, H. Rasmani mengatakan, “Dulu memang daerah itu mutlak menjadi basis salah satu caleg dari partai hijau yang saat ini juga sedang menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tuban. Tapi kondisi saat ini sudah berbeda, masyarakat semakin cerdas dalam menentukan pilihan dan tidak bisa dimonopoli oleh satu atau dua peserta pemilu saja,” ungkapnya saat ditemui siang ini di kantornya, Jum’at (7/2/2014).

Politisi Partai Nasdem Tuban tersebut juga mengaku bahwa dirinya optimis dan totalitas dalam pemilu April yang akan datang. “Saya serius dan total dalam pemilu mendatang. Meskipun banyak tantangan dan persaingan cukup ketat, namun keniatan saya sudah utuh. Termasuk di daerah pesisir kota, perebutan suara di sana cukup keras, namun tidak ada alasan untuk pesimis apalagi menyerah,” imbuhnya.

Dari hasil penelusuran kabartuban.com, di wilayah pesisir kota Tuban terdapat banyak sekali dan beragam atribut sejumlah partai. Geliat politik semakin nampak, pertarungan citra dan simpatik antar caleg dan partai tak bisa dihindarkan lagi. (im)


Sumber : Kabar Tuban | Publisher : RayNa © 2014 Mitra Solusindo


 

 




Peringati K3, Dinsosnaker Gelar Jalan Sehat

Written By Unknown on Sabtu, 15 Februari 2014 | 08.50

Berita Tuban - Memperingati Hari Nasional K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kabupaten Tuban menyelenggarakan jalan sehat yang diikuti lebih dari 500 orang.

Kegiatan yang bertemakan “wujudkan budaya k3 untuk menjamin stabilitas usaha dalam mendukung pertumbuhan nasional” tersebut, diikuti oleh pelajar, pegawai pemerintahan, dan perwakilan sejumlah perusahaan yang ada di Tuban, Jum’at (14/2/2014). Kegiatan dilangsungkan di jalan Kartini, sejak pukul 06.00 WIB sampai selesai.

Kepala Dinsosnaker Tuban, Nurjanah mengatakan, “ini adalah agenda rutin tiap tahun yang kami selenggarakan untuk memperingati K3. Kegiatan ini diharapkan dapat mengingatkan perusahaan untuk memperdulikan karyawan dari segi kesehatan serta keselamatan kerja, baik dalam hal perusahaan perbankkan, rumah sakit atau perusahaan komersial lainnya.,” tutur mantan camat Kerek tersebut.

Lebih lanjut Nurjanah mengatakan, “Karena di Tuban begitu banyak pabrik, ada JOB, Semen Indonesia, Holchim, TPPI, dan masih banyak yang lainnya,” tambahnya.

Menurut informasi yang didapat wartawan media ini, kegiatan K3 ini tidak hanya dilakukan di Tuban, tapi di seluruh Indonesia. Dalam acara tersebut, Dinsosnaker juga melibatkan seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Tuban. (ipul/im)

Sumber : Kabar tuban | Publisher : RayNa © Mitra Solusindo 2014



 Jasa Kelistrikan : Pasang Baru , Tambah Daya , Instalasi Listrik klik di sini


Kecanduan Game Online, Bocah 14 Tahun Curi Laptop dan Uang

Written By Unknown on Selasa, 19 November 2013 | 07.10

Berita Tuban - Kecil-kecil caberawit, inilah bocah yang berinisial ERS, asal Kelurahan Kingking, Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Diusianya yang ke-14, ia sudah berurusan dengan polisi karena kedapatan mencuri satu unit laptop dan uang jutaan rupiah serta cincin permata di sebuah rumah kosong yang ditinggal pemiliknya keluar kota.

Kasus pencurian bocah yang di tinggal cerai bapak dan ibunya ini, terbongkar setelah rumah yang di curinya itu ternyata terpasang kamera pengintai (CCTV), korban yang merasa kehilangan laptop dan uang serta barang perhiasan lainya, kemudian melihat hasil rekaman cctv dan terlihat jelas pelaku sedang mengambil laptop dan uang puluhan juta rupiah serta cincin permata milik korban.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan satu unit laptop dan sebuah parang yang digunakan pelaku untuk beraksi, sementara uang hasil curiannya, habis dibuat jajan dan bermain game online.

Saat diperiksa polisi, bocah yang tinggal serumah dengan pamannya ini, juga mengaku kerap mengambil uang milik pamannya mulai dari seratus ribu sampai dua ratus ribu, uang tersebut hanya di buat menghabiskan waktu kesehariannya di warnet untuk bermain game online. Jika target penyimpanan uang pamannya tidak ada, bocah yang putus sekolah menengah pertama ini, terpaksa keluar rumah dan mencari sasaran rumah untuk mencuri.

AKP Wahyu Hidayat, Kasat Reskrim Polres Tuban. Menyatakan, “kasus pencurian bocah empat belas tahun ini, kini masih dalam penanganan sat reskrim Polres Tuban. Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, kini pelaku terpaksa di jebloskan ke tahanan. (s-one/riz)


Sumber :  Kabar Tuban  |  Publisher  :  RayNa
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013



Pemkab Tuban Siapkan Rp 10 M, Untuk Entas Kemiskinan

Berita Tuban - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tuban, menyiapkan dana sekitar Rp. 10 Milyard lebih untuk Program pengentasan masyarakat miskin (MASKIN) atau program Gerakan Bersama Membantu Masyarakat Miskin “GEMA TUMASKIN” yang secera serentak akan dilaksanakan pada 28 Nopember 2013 ini, sebagai stimulus, stakeholder lain agar juga diharapkan ikut mensukseskan program tersebut.

Dana yang diambilan dari anggaran pemerintah daerah atau dalam P-APBD (perubahan anggaran pendapatan belanja daerah) Tahun 2013 ini akan diberikan pada sejumlah wilayah/desa yang masuk dalam kategori desa binaan dan jumlah masyarakat miskin-nya masih tinggi, baik dalam bentuk program pemberdayaan atau bantuan tunai sebagai rangsangan maskin agar berdaya.

“Kita tidak bisa sendiri menyelesaikan problem kemiskinan ini, oleh karena itu dana dari P-APBD ini sebgai stimulus, dan tahun 2014 juga akan kita tambahkan lagi, selian kita tetep berharap kepedulian semua stakeholder terutama perusahan juga ikut mensukseskan program ini” Kata Kepala Bappeda Kabupaten Tuban Ir. Budi Wiyana, M.Si.

Lebih lanjut diterangkan program-program yang nantinnya akan dilakukan secara serentak ini ada yang bersifat stimulus bantuan modal usaha, penigkatan infrasteruktur, hingga program yang bersifat emergensi, seperti pemeberian natura pada orang lanjut usia dan cacat. (Lihat Tabel)

“Kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas kemampuan ekonomi, tapi juga tidak terpenuhinya hak-hak dasar, seperti kebutruhan pangan, kesehatan, pendidikan, perumahan, air bersih dll adalah bagian dari kemiskinan” terang Ir. Budi Wiyana, M.Si.

Terkait dengan program tersebut, sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) seperti Forum Indonesia Untuk Trasparansi Anggaran (Fitra) Jatim, Tuban Crisis Center (TCC), LSM Yanata sangat apresiasi dengan program tersebut. Bahkan seperti CCT dan LSM Yanata berharap suport dari perusahan untuk Gema Tumaskin agar diluar CSR yang menjadi kewajiban perusahaan.

“Ide pemerintah ini bagus, dan kami yang ada diluar sistem sangat respek. Akan tetepi alangkah lebih bagus-nya lagi kalau dukungan dan suport dari perusahan utamanya, itu kalau bisa diluar CSR, selain sosialiasi oleh Tim harus dimaksimalkan” Kata Nasirul Ummam dari TCC dan Muhtarom dari LSM Yanata.

Sementara itu, Ahmad Dakelan Koordinator Fitra Jatim selain mengapresiasi program pengentasan kemiskinan tersebut, juga berharap agar program tersebut dilakukan secara trasparan dan melibatkan semua stakeholder.

“Intinya kita apresiasi program itu, cuma harus benar-benar efektif untuk mengurangi kemiskinan di kabupaten melalui pelibatan semua stakeholder dan memanfaatkan sumberdaya yang ada, untuk untuk di ketahui data dana CSR dari semua perusahan dituban tahun 2011 sebanyak Rp. 168 Milyar ” Kata Koordinatoer Fitra Jatim saat dikonfirmasi Kabartuban.com. (kh)


Sumber :  Kabar Tuban  |  Publisher  :  RayNa
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013



SERVER Distributor PULSA MURAH

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Berita Tuban dot Com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger