Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label mudik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mudik. Tampilkan semua postingan

Semen Indonesia Sigap Membantu Korban Gunung Kelud

Written By Unknown on Sabtu, 15 Februari 2014 | 07.35

Berita Tuban - Bencana alam meletusnya Gunung Kelud di Kediri mengundang simpati dari salah satu raksasa perusahaan plat merah di Indonesia PT. Semen Indoenesia (persero) Tbk (PT SI). Melalui program Corporate Social Responcibility (CSR)-nya, perusahaan plat merah tersebut menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 2,7 miliar rupiah.

Bantuan dari pabrik semen yang berpusat  produksi di Tuban itu disalurkan kepada warga yang berada di tiga wilayah terdampak, yakni, Kediri, Blitar dan Malang. Dana senilai 2,7 milyar rupiah  tersebut berasal dari bantuan distributor wilayah Jawa Timur sebesar 1,2 miliar rupiah dan dari dana program CSR Semen Indonesia sebesar 1,5 miliar rupiah, Jum’at (14/2/2014).

Dalam keterangan Pers-nya, Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto mengatakan, “Pemberian bantuan terhadap korban bencana Gunung Kelud merupakan bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap warga korban erupsi Kelud,” tuturnya.

Lebih lanjut Agung mengatakan, ”Bencana Gunung Kelud ini merupakan prioritas utama kami, kami langsung menerjunkan tim untuk memantau lokasi, dan mendirikan posko di tempat – tempat pengungsian. Ada  tiga posko yang telah didirikan. Diantaranya daerah Wates Kediri, Legok Blitar dan Pujon Malang,” tambahnya.

Menurut informasi yang didapat wartawan media ini, bantuan akan disalurkan secara bertahap melalui posko Semen Gresik Peduli. Setiap posko disediakan kebutuhan utama para pengungsi diantaranya, masker, air mineral, mie instan, biskuit, teh kemasan serta snack untuk anak – anak.

Agung Wiharto juga menyatakan bahwa, ”Sampai hari ini masker yang telah dibagikan kepada masyarakat mencapai 50.000 buah. Kami berharap bantuan yang kami berikan bisa membantu masyarakat untuk meringankan beban mereka selama di pengungsian,” pungkasnya.

Sebelumnya, Semen Indonesia juga memberikan bantuan kepada korban banjir di Kudus Jawa Tengah berupa 3000 paket sembako berupa makanan pokok seperti beras, gula pasir, minyak dan sarung, serta korban banjir sebanyak 1500 paket di Kecamatan Subo, Kabupaten Situbondo. (im)

Sumber : Kabar tuban | Publisher : RayNa © Mitra Solusindo 2014






Kecanduan Game Online, Bocah 14 Tahun Curi Laptop dan Uang

Written By Unknown on Selasa, 19 November 2013 | 07.10

Berita Tuban - Kecil-kecil caberawit, inilah bocah yang berinisial ERS, asal Kelurahan Kingking, Kecamatan Kota, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Diusianya yang ke-14, ia sudah berurusan dengan polisi karena kedapatan mencuri satu unit laptop dan uang jutaan rupiah serta cincin permata di sebuah rumah kosong yang ditinggal pemiliknya keluar kota.

Kasus pencurian bocah yang di tinggal cerai bapak dan ibunya ini, terbongkar setelah rumah yang di curinya itu ternyata terpasang kamera pengintai (CCTV), korban yang merasa kehilangan laptop dan uang serta barang perhiasan lainya, kemudian melihat hasil rekaman cctv dan terlihat jelas pelaku sedang mengambil laptop dan uang puluhan juta rupiah serta cincin permata milik korban.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan satu unit laptop dan sebuah parang yang digunakan pelaku untuk beraksi, sementara uang hasil curiannya, habis dibuat jajan dan bermain game online.

Saat diperiksa polisi, bocah yang tinggal serumah dengan pamannya ini, juga mengaku kerap mengambil uang milik pamannya mulai dari seratus ribu sampai dua ratus ribu, uang tersebut hanya di buat menghabiskan waktu kesehariannya di warnet untuk bermain game online. Jika target penyimpanan uang pamannya tidak ada, bocah yang putus sekolah menengah pertama ini, terpaksa keluar rumah dan mencari sasaran rumah untuk mencuri.

AKP Wahyu Hidayat, Kasat Reskrim Polres Tuban. Menyatakan, “kasus pencurian bocah empat belas tahun ini, kini masih dalam penanganan sat reskrim Polres Tuban. Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, kini pelaku terpaksa di jebloskan ke tahanan. (s-one/riz)


Sumber :  Kabar Tuban  |  Publisher  :  RayNa
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013



Pemkab Tuban Siapkan Rp 10 M, Untuk Entas Kemiskinan

Berita Tuban - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tuban, menyiapkan dana sekitar Rp. 10 Milyard lebih untuk Program pengentasan masyarakat miskin (MASKIN) atau program Gerakan Bersama Membantu Masyarakat Miskin “GEMA TUMASKIN” yang secera serentak akan dilaksanakan pada 28 Nopember 2013 ini, sebagai stimulus, stakeholder lain agar juga diharapkan ikut mensukseskan program tersebut.

Dana yang diambilan dari anggaran pemerintah daerah atau dalam P-APBD (perubahan anggaran pendapatan belanja daerah) Tahun 2013 ini akan diberikan pada sejumlah wilayah/desa yang masuk dalam kategori desa binaan dan jumlah masyarakat miskin-nya masih tinggi, baik dalam bentuk program pemberdayaan atau bantuan tunai sebagai rangsangan maskin agar berdaya.

“Kita tidak bisa sendiri menyelesaikan problem kemiskinan ini, oleh karena itu dana dari P-APBD ini sebgai stimulus, dan tahun 2014 juga akan kita tambahkan lagi, selian kita tetep berharap kepedulian semua stakeholder terutama perusahan juga ikut mensukseskan program ini” Kata Kepala Bappeda Kabupaten Tuban Ir. Budi Wiyana, M.Si.

Lebih lanjut diterangkan program-program yang nantinnya akan dilakukan secara serentak ini ada yang bersifat stimulus bantuan modal usaha, penigkatan infrasteruktur, hingga program yang bersifat emergensi, seperti pemeberian natura pada orang lanjut usia dan cacat. (Lihat Tabel)

“Kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas kemampuan ekonomi, tapi juga tidak terpenuhinya hak-hak dasar, seperti kebutruhan pangan, kesehatan, pendidikan, perumahan, air bersih dll adalah bagian dari kemiskinan” terang Ir. Budi Wiyana, M.Si.

Terkait dengan program tersebut, sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) seperti Forum Indonesia Untuk Trasparansi Anggaran (Fitra) Jatim, Tuban Crisis Center (TCC), LSM Yanata sangat apresiasi dengan program tersebut. Bahkan seperti CCT dan LSM Yanata berharap suport dari perusahan untuk Gema Tumaskin agar diluar CSR yang menjadi kewajiban perusahaan.

“Ide pemerintah ini bagus, dan kami yang ada diluar sistem sangat respek. Akan tetepi alangkah lebih bagus-nya lagi kalau dukungan dan suport dari perusahan utamanya, itu kalau bisa diluar CSR, selain sosialiasi oleh Tim harus dimaksimalkan” Kata Nasirul Ummam dari TCC dan Muhtarom dari LSM Yanata.

Sementara itu, Ahmad Dakelan Koordinator Fitra Jatim selain mengapresiasi program pengentasan kemiskinan tersebut, juga berharap agar program tersebut dilakukan secara trasparan dan melibatkan semua stakeholder.

“Intinya kita apresiasi program itu, cuma harus benar-benar efektif untuk mengurangi kemiskinan di kabupaten melalui pelibatan semua stakeholder dan memanfaatkan sumberdaya yang ada, untuk untuk di ketahui data dana CSR dari semua perusahan dituban tahun 2011 sebanyak Rp. 168 Milyar ” Kata Koordinatoer Fitra Jatim saat dikonfirmasi Kabartuban.com. (kh)


Sumber :  Kabar Tuban  |  Publisher  :  RayNa
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013



Semangat Hari Jadi Untuk Meningkatkan Kinerja

Written By Unknown on Senin, 18 November 2013 | 04.23

Berita Tuban - Resepsi periungatan Hari Jadi Tuban ke-720 digelar Pemkab Tuban, Jum’at (14/11/2013) malam, di Pendopo Krido Manunggal. Acara ini dihadiri Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Tuban, pejabat lingkup Pemkab Tuban dan undangan lintas sektor.

Bupati Tuban, Fathul Huda dalam sambutanya mengatakan bahwa momentum peringatan hari jadi ini sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat. Sesuai tema resepsi hari jadi tuban ke-720 ini. “Dengan Peringatan Hari Jadi Tuban ke-720, Kita tingkatkan semangat kerja keras untuk kesejahteraan masyarakat”.

Selain itu Bupati juga berpesan, agar para pemimpin dan bawahanya mencontoh perilaku para Waliyullah. Yakni dapat menjadi contoh dan bersikap adil. Serta dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. “Suri tauladan dari seorang Wali. Wali tidak membedak-bedakan satu sama lain, pemimpin level apapun,” pesanya.

Namun Bupati geram pada sejumlah pihak yang membuat Tuban menjadi penunggak pembayaran Raskin terbesar kedua. Akibatnya warga dirugikan, karena jatah Raskin berikutnya tidak dapat dikirim. “Tuban ini penunggak raskin terbesar. “Kalau raskin ini nunggak, maka raskin berikutnya tidak dikirim. Saya memerintahkan dinas terkait memerintahkan dalam waktu 40 hari untuk menyelesaikanya. Mengapa ini terjadi. Kita harus bisa memberikan manfaat kepada siapapun,” tegasnya.

Dalam perhelatan resmi ini juga dilakukan penyerahan piagam dan hadiah sejumlah lomba dalam rangka hari jadi. Selain itu juga dihibur artis nasional, Reza Artamevia. (min)



Sumber :  Seputar Tuban  |  Publisher  :  RayNa
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013




Waspada di Jalur Tengkorak Tuban

Written By Unknown on Minggu, 04 Agustus 2013 | 12.56

Berita Tuban - Pemudik yang melintas di jalur Pantura antara Kecamatan Bancar hingga Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban diminta mewaspadai tiga titik rawan kecelakaan yang sering menimbulkan korban maut. Tiga titik rawan laka itu sering dikenal jalur tengkorak.

Titik rawan kecelakaan yang pertama berada di wilayah barat Kota Tuban yakni kilometer 12 yang masuk Kecamatan Jenu, hingga Kecamatan Tambakboyo,  Tuban. Pada titik tersebut banyak jalan kondisinya bergelombang dan berlubang serta ada pasar Tumpah diwaktu pagi hari.

Untuk titik rawan kecelakaan yang kedua berada di jalur selatan tepatnya jalan Tuban-Surabaya mulai dari tanjakan Kepet, Desa Tunah, Kecamatan Semanding hingga sampai sekitar alas Jalin, Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Tuban.

Sementara untuk titik yang rawan kecelakaan yang juga harus diperhatikan oleh para pemudik berada di jalan menuju arah Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Gresik melalui jalur alternatif, tepatnya di pertigaan Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Tuban. Jalan tersebut sering terjadi kecelakaan hingga mengakibatkan korban jiwa.

AKP Akmal, Kasat Lantas Polres Tuban menyatakan  untuk mencegah kecelakaan pada titik rawan tersebut pihaknya telah memasang rambu-rambu maupun spanduk pemberitahuan jika lokasi tersebut rawan kecelakaan sejak sebelum arus mudik kemarin.

“Jauh-jauh hari kita telah melakukan pemasangan rambu-rambu titik-titik rawan kecelakaan di sepanjang pantura Tuban ini. Termasuk memasang himbuan untuk para pengemudi mengurangi kecepatan pada lokasi tertentu,” terang AKP Akmal, Kasat Lantas Polres Tuban.

Kasat lantas menghimbau kepada seluruh pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat untuk selalu waspada saat melintas di jalur-jalur tersebut. Pengendaran harus mengurangi kecepatan pada titik rawan laka itu khususnya di wilayah barat Kota Tuban yang banyak jalan bergelombang.

“Kita berpesan untuk para pemudik, waspadai titik-titik rawan kecelakaan dan selalu patuhi peraturan lalu lintas yang ada untuk menghindari terjadinya kecelakaan. Budayakan keselamat sebagai kebutuhan,” pungkasnya. (ros)
Redaktur :  admin kota tuban  |  Publisher  :  Rangga
   [http://kotatuban.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013

Jalur Pantura Tuban Berangsur Padat

Berita Tuban - Mulai sore hari jalur mudik Pantura Tuban mulai berangsur padat. Seperti diperkirakan bahwa mulai hari ini kepadatan akan terus terjadi hingga lebaran tiba. Pada H-4 kali ini, Intensitas kendaraan ke arah barat mencapai 100 lebih per jam. Sementara untuk laju kendaraan ke arah timur belum mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kapolres Tuban, AKBP Ucu Kuspriyadi menyatakan, “Peningkatan kendaraan sudah  mulai terjadi sejak  H-7, meskipun kenaikan kepadatan belum begitu berarti. Sedangkan peningkatan yang paling tinggi terjadi pada angkutan barang, seperti truk dan truk tronton,” tutur Ucu, Minggu (4/8/2013).

Senada dengan Kapolres, Kasat Lantas Tuban AKP. Akmal menyatakan bahwa kepadatan diperkirakan akan mulai terjadi hari ini, salah satu sebabnya adalah karena sekarang hari minggu. Kepada wartawan media ini, Akmal tidak dapat menjelaskan pasti perkiraan waktu memuncaknya kepadatan jalur mudik. “Sudah tidak bisa diperkirakan, sewaktu – waktu kepadatan akan mungkin terjadi,” tandasnya.

Lebih lanjut Kapolres Tuban menjelaskan bahwa terjadinya peningkatan jumlah kendaraan angkutan karena batas waktu melintas untuk jenis kendaraan besar hampir habis. Sesuai aturan pemerintah, kendaraan berat seperti truk tronton dan truk trailer hanya dizinkan melintas hingga H – 4 lebaran atau tanggal 4 Agustus hari ini. “Batas melintasnya kendaraan berat hanya sampai hari ini saja, sedangkan untuk kendaraan pribadi kami perkirakan memuncak pada H -3 hingga H – 2,” tegasnya.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun wartawan media ini, titik kepadatan yang paling rawan berada di dua Pasar Pelelangan Ikan Kecamatan Tambakboyo, Pasar di Kecamatan Bancar, Kecamatan Jenu serta Kecamatan Palang. Selain itu, pemudik perlu waspada pula saat melintas di jalan Panglima Sudirman. Lantaran di jalan ini seringkali kendaraan besar maupun pribadi yang parkir di kiri dan kanan badan jalan. (im)

Redaktur :  admin kabar tuban  |  Publisher  :  Rangga
   [http://kabartuban.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013

Dishub Nyatakan Siap Hadapi Mudik

Berita Tuban - Suasana mudik mulai terasa di Bumi Ronggolawe. Hampir setiap hari situasi lalu lintas terlihat sudah cukup padat, baik di ruas – ruas jalan kota maupun di sepanjang Pantura Tuban – Semarang.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban melakukan upaya untuk menghindari kemacetan pada saat masa mudik dan balik lebaran. Untuk mengurangi kepadatan dan kemacetan pada jalur mudik dan balik, Dishub Kabupaten Tuban hanya akan mengijinkan kendaraan pribadi melalui jalur alternatif. Hal ini dilakukan untuk mengurangi angka kerusakan jalan alternatif yang menjadi jalur poros kecamatan dengan kelas tidak untuk kendaraan besar atau angkutan besar.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban, Paraith mengatakan, “Untuk jalur alternatif Tuban, biasanya akan melewati Kecamatan Merakurak, Montong hingga Jatirogo menuju Jawa Tengah. Jalur yang ada di beberapa kecamatan tersebut akan menjadi jalan alternatif untuk mengurai kemacetan yang ada di pantura. Namun tidak untuk kendaraan besar seperti bus, “ kata Paraith, Jum’at (2/8/2013).

Tidak hanya itu, Paraith mengaku bahwa pihaknya juga telah melakukan perbaikan dan pemasangan rambu-rambu di beberapa titik untuk membantu kelancaran pemudik dalam mengakses jalan. ”Penunjuk jalan  ini sangat penting bagi pemudik, terutama mereka yang berasal dari luar kota,” jelasnya.

Berdasar informasi yang dihimpun wartawan media ini, sedikitnya ada 100 rambu-rambu jalan telah dipasang dan diganti, mulai dari jalur masuk kota, dalam kota, hingga jalur alterntif mudik yang ada di poros kecamatan.

Hingga saat ini, di sepanjang jalur Pantura sudah nampak beberapa posko mudik yang didirikan oleh berbagai pihak, baik dari organisasi sosial ataupun perusahaan nirlaba. Tampak juga di terminal baru Tuban dibuat sebagai rest area dan dibuat Masjid Bintang, yang diperuntukan pemudik. (im)

Redaktur  : admin kabar tuban  |  Publisher  :  Rangga
   [kabartuban.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013

Pantauan seputar arus Mudik Lebaran 2013 klik di sini


Waspadai 6 Titik Kemacetan di Pasuruan Saat Mudik

Berita Tuban - Pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Pasuruan diharapkan mewaspadai 6 titik kemacetan ini. Titik rawan kemacetan berada di jalur pantura Surabaya-Probolinggo dan jalur selatan Surabaya-Malang.

Titik kemacetan yang harus diwaspadai berada di jalur masuk Kabupaten Pasuruan, diantaranya di Simpang Tiga gempol, Exit Arteri Porong dan Simpang Tiga Kejapanan.

Tiga titik merupakan pintu masuk utama ke wilayah Kabupaten Pasuruan. Selain jalan yang sempit, volume kendaraan yang padat juga menjadi pemicu kemacetan.

Ke timur, pemudik akan menemui kemacetan di seputaran Alun-Alun Bangil. Di sekitar Alun-Alun Bangil seringkali terjadi penumpukan kendaraan. Padamnya lampu traffic light dan hilir mudik pejalan kaki menuju plaza Bangil memperparah kemacetan.

Di kawasan ini seringkali pemotor melanggar peraturan lalu-lintas seperti memotong dan melawan arus, terutama di sekitar Tugu Adipura. Pengendara juga akan menemui kemacetan di Pasar Besar Jalan Soekarno-Hatta, Pasuruan dan Simpang Tiga Pasar Ngopak, Rejoso.

Banyaknya becak dan kendaraan parkir di pinggir jalan mengambat laju kendaraan. Di jalur selatan jurusan Surabaya-Malang, pemudik harus mewaspadai kemacetan di Simpang Tiga Purwosari.

"Kita akan berusaha maksimal untuk mengatur lalu-lintas," kata KBO Sat Lantas Polres Pasuruan, Iptu Sukiyanto, Sabtu (3/8/2013).

Ia mengimbau pemudik tidak usah takut dan panik tersesat, karena pihak kepolisian telah mengantisipasinya dengan memberikan petunjuk langsung maupun penjelasan di Pos Pam. Penambahan personil juga akan dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan.  (fat/fat)


Redaktur :  Muhajir Arifin  |  Publisher  :  Rangga
   [http://detik.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013

Amankan Arus Mudik Polisi Sediakan 11 Pos Pantau

Written By Unknown on Kamis, 01 Agustus 2013 | 14.59

Berita Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban telah menyediakan sebanyak 11 Pos pantau arus mudik yang tersebar disepanjang jalur Pantura Tuban, Rabu (31/7). Pos pantau ini untuk menjaga kamanan dan kenyamanan untuk para pemudik lebaran.

Sebanyak sebelas pos pantau arus mudik lebaran 2013 ini tersebar mulai dari perbatasan Tuban dengan Jawa Tengah yakni berada di Pos Bancar, Kecamatan Bancar, sampai dengan Kecamatan Widang, perbatasan Kabupaten Tuban dengan Kabupaten Lamongan. “Posnya akan siap digunakan mulai operasi ketupat besuk. Setiap pos akan dijaga oleh beberapa anggota baik lalu lintas maupun anggota polisi lain dan juga dibnatu TNI,” ujar Kasat Lantas Polres Tuban AKP Akmal.

Menurutnya, dari 11 pos mudik lebaran tersebut 9 diantaranya adalah pos pantau arus lalu lintas maupuan ganguan keamanan lainnya. Sedangkan, satu pos untuk pelayanan dan satunya lagi Masjid Bintang. “Semua pos ini tersebar dititik-titik yang dinilai menjadi lokasi rawan macet, maupun rawan tindak kriminalitas. Sedangkan untuk Masjid Bintang kita tempatkan di depan terminal baru Tuban,” ungkapnya.

Lebih lanjut Akmal mengatakan, dihimbau kepada para pemudik yang melintasi jalur Pantura Tuban untuk menjaga keselamat dalam berkendara. Jika merasa mengantuk mereka dihimbau untuk beristirahat di pos-pos arus mudik maupun masjid Bintang yang telah disediakan. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ”Semua pengguna jalan diharapkan juga mematuhi aturan yang telah ada,” pungkasnya. (duc)



Redaktur :  -  |  Publisher  :  Rangga
   [http://kotatuban.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013





Motor Bekas Ramai Diburu Jelang Mudik Lebaran

Written By Unknown on Rabu, 24 Juli 2013 | 18.51

Warta Tuban - Mendekati hari raya Idul Fitri motor bekas ramai diburu konsumen. Rata-rata pembeli menggunakan motor untuk mudik ke kampung halaman.

Syamsul Rizal, pemilik motor bekas Danu Motor mengaku memasuki bulan puasa penjualan motor bekas mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari semakin berkurangnya stock motor bekas.

"Paling banyak dicari motor matik seperti Honda BeAT, Yamaha Mio, dan Honda Vario. Terutama untuk motor matik yang diproduksi di bawah 2010," kata Syamsul, saat ditemui VIVAnews, di showroomnya jalan Raya Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu 24 Juli 2013.

Tak hanya matik, tambahnya, bagi mereka yang ingin mudik lebaran dengan tujuan lebih jauh, sepeda motor bebek yang diproduksi di bawah 2007 menjadi pilihan alternatif lain. Selain lebih murah, konsumsi bahan bakarnya lebih irit.

Namun tak semua showroom motor bekas laris diburu konsumen. Salah satunya Muhammad Harwiono, pemilik showroom Rabel Motor di Jalan Palmerah Barat 86 Rawa Belong, Jakarta Selatan.

Menurutnya, dua pekan setelah puasa belum terlihat peningkatan signifikan. Sebab, lebaran tahun ini berdekatan dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak serta tahun ajaran sekolah yang baru.

"Belum terlalu ramai, tapi tergantung juga, soalnya kami biasa jual motor 40-50 unit per bulan. Saat ini kita baru jual 20-an unit," jelas Harwiono.

Dia menduga, sepinya penjualan motor bekas dikarenakan para konsumen terutama pegawai belum menerima gaji terlebih lagi THR (Tunjangan Hari Raya).

Harwiono menambahkan, untuk melakukan pembelian motor bekas, ia tidak menggunakan sistem kredit melainkan dengan pembayaran cash. "Kasian kalau kredit, bisa tambah mahal, selain itu namanya juga bekas, motor belum lunas bisa jadi motornya malah rusak duluan," ungkapnya.

Tapi, dia memastikan setiap motor seken yang dijualnya bukanlah hasil lelangan, melainkan langsung dari pembeli tangan pertama. "Jadi dijamin berkualitas, bisa dicek langsung," imbuh dia.

Author : Sandy Adam Mahaputra, Herdi Muhardi  |  Publisher  :  Rangga
   [Vivanews.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013


SERVER Distributor PULSA MURAH

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Berita Tuban dot Com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger