Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label lebaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lebaran. Tampilkan semua postingan

Jalan Pemuda Menjadi Hamparan Lahan Parkir

Written By Unknown on Minggu, 04 Agustus 2013 | 12.38

Berita Tuban - Ruas jalan dalam kota Tuban sudah mulai berjubal dan kondisi lalu lintas kota padat merayap. Khususnya di jalan Pemuda Tuban yang menjadi salah satu pusat pertokoan, terlihat padat. Tidak hanya oleh lalu lintas kendaraan, namun ramainya pejalan kaki yang sedang berbelanja di daerah tersebut dan parkir kendaraan di sepanjang jalan pemuda, membuat daerah ini semakin sulit dilalui, Minggu (4/8/2013).

Hampir separuh jalan ini menjadi lahan parkir di sebelah kiri maupun kanan. Ratusan sepeda motor bahkan deretan mobil pribadi yang parkir, membuat separuh ruas jalan tertunduk mati.

Kepada wartawan media ini, seorang tukang parkir mengatakan, “Pemandangan ini terjadi setiap hari mas, hanya saja menjelang lebaran tingkat kepadatannya meningkat. Saya tahu parkir ini mengganggu pemakai jalan, namun bgaimana lagi, keadaannya memang begini. Keberadaan kami justru membantu menertibkan mas,” paparnya.

Kemacetan dan kepadatan tidak hanya terjadi di jalan pemuda, namun di jalan – jalan gang kecil sekitar jalan pemuda, gang daerah kelurahan Kutorejo juga tampak padat.  Gang kecil yang menjadi jalur alternatif tidak mampu menampung luapan pengguna ruas jalan kota Tuban. (im/riz)


Redaktur :  admin kabar tuban  |  Publisher  :  Rangga
   [http://kabartuban.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013


Masjid Bintang Siaga Mudik Di Terminal Baru

Berita Tuban - Mudik lebaran 2013 diperkirakan akan mencapai puncaknya pada hari ini dan besok. Berbagai persiapan dari pihak kepolisian dan Pemerintah daerah telah siaga di jalur Pantura Tuban.

Salah satu bentuk kesiapan tersebut, di terminal baru Tuban didirikan Masjid Bintang. Masjid portable yang didirikan oleh Polres dan Pemkab Tuban sekaligus sebagai posko pantau mudik lebaran 2013. Masjid mini yang terletak di depan gerbang utama terminal baru Tuban tersebut bersanding posko pantau Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban.

Berdasarkan pantauan wartawan media ini sejak pagi, kepadatan di jalur pantura Tuban belum mengalami peningkatan yang cukup segnifikan, kendati diperkirakan kepadatan jalur mudik akan terjadi hari ini, Minggu (4/8/2013).

Kasat Lantas Tuban, AKP Akmal menyatakan, “Kita perkirakan puncak mudik lebaran akan terjadi hari ini, karena ini hari minggu. Kepadatan memang belum berlangsung secara kontinyu. Namun tanda – tanda kepadatan lalu lintas sudah mulai nampak, dan tidak bisa diperkirakan akan terjadi pukul berapa nanti, mungkin sore hari.”

Saat ditemui di lokasi Masjid Bintang Terminal baru Tuban, nampak petugas kepolisian telah berjaga dan petugas dari Dishub juga telah berada pada posisinya.

Tidak hanya Masjid Bintang, pada lebaran kali ini terminal baru Tuban juga telah dipoles menjadi rest area dadakan untuk melayani para pemudik yang melintasi jalur pantura Tuban. Telah berdiri beberapa stand dan spanduk dari perusahaan sponsor yang memadati bagian depan terminal baru Tuban. Tidak ketinggalan mobil pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk membasahi pelataran terminal yang panas menyengat di siang hari. (im)

Redaktur :  admin kabar tuban  |  Publisher  :  Rangga
   [http://kabartuban.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013


Dishub Nyatakan Siap Hadapi Mudik

Berita Tuban - Suasana mudik mulai terasa di Bumi Ronggolawe. Hampir setiap hari situasi lalu lintas terlihat sudah cukup padat, baik di ruas – ruas jalan kota maupun di sepanjang Pantura Tuban – Semarang.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tuban melakukan upaya untuk menghindari kemacetan pada saat masa mudik dan balik lebaran. Untuk mengurangi kepadatan dan kemacetan pada jalur mudik dan balik, Dishub Kabupaten Tuban hanya akan mengijinkan kendaraan pribadi melalui jalur alternatif. Hal ini dilakukan untuk mengurangi angka kerusakan jalan alternatif yang menjadi jalur poros kecamatan dengan kelas tidak untuk kendaraan besar atau angkutan besar.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban, Paraith mengatakan, “Untuk jalur alternatif Tuban, biasanya akan melewati Kecamatan Merakurak, Montong hingga Jatirogo menuju Jawa Tengah. Jalur yang ada di beberapa kecamatan tersebut akan menjadi jalan alternatif untuk mengurai kemacetan yang ada di pantura. Namun tidak untuk kendaraan besar seperti bus, “ kata Paraith, Jum’at (2/8/2013).

Tidak hanya itu, Paraith mengaku bahwa pihaknya juga telah melakukan perbaikan dan pemasangan rambu-rambu di beberapa titik untuk membantu kelancaran pemudik dalam mengakses jalan. ”Penunjuk jalan  ini sangat penting bagi pemudik, terutama mereka yang berasal dari luar kota,” jelasnya.

Berdasar informasi yang dihimpun wartawan media ini, sedikitnya ada 100 rambu-rambu jalan telah dipasang dan diganti, mulai dari jalur masuk kota, dalam kota, hingga jalur alterntif mudik yang ada di poros kecamatan.

Hingga saat ini, di sepanjang jalur Pantura sudah nampak beberapa posko mudik yang didirikan oleh berbagai pihak, baik dari organisasi sosial ataupun perusahaan nirlaba. Tampak juga di terminal baru Tuban dibuat sebagai rest area dan dibuat Masjid Bintang, yang diperuntukan pemudik. (im)

Redaktur  : admin kabar tuban  |  Publisher  :  Rangga
   [kabartuban.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013

Pantauan seputar arus Mudik Lebaran 2013 klik di sini


Waspadai 6 Titik Kemacetan di Pasuruan Saat Mudik

Berita Tuban - Pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Pasuruan diharapkan mewaspadai 6 titik kemacetan ini. Titik rawan kemacetan berada di jalur pantura Surabaya-Probolinggo dan jalur selatan Surabaya-Malang.

Titik kemacetan yang harus diwaspadai berada di jalur masuk Kabupaten Pasuruan, diantaranya di Simpang Tiga gempol, Exit Arteri Porong dan Simpang Tiga Kejapanan.

Tiga titik merupakan pintu masuk utama ke wilayah Kabupaten Pasuruan. Selain jalan yang sempit, volume kendaraan yang padat juga menjadi pemicu kemacetan.

Ke timur, pemudik akan menemui kemacetan di seputaran Alun-Alun Bangil. Di sekitar Alun-Alun Bangil seringkali terjadi penumpukan kendaraan. Padamnya lampu traffic light dan hilir mudik pejalan kaki menuju plaza Bangil memperparah kemacetan.

Di kawasan ini seringkali pemotor melanggar peraturan lalu-lintas seperti memotong dan melawan arus, terutama di sekitar Tugu Adipura. Pengendara juga akan menemui kemacetan di Pasar Besar Jalan Soekarno-Hatta, Pasuruan dan Simpang Tiga Pasar Ngopak, Rejoso.

Banyaknya becak dan kendaraan parkir di pinggir jalan mengambat laju kendaraan. Di jalur selatan jurusan Surabaya-Malang, pemudik harus mewaspadai kemacetan di Simpang Tiga Purwosari.

"Kita akan berusaha maksimal untuk mengatur lalu-lintas," kata KBO Sat Lantas Polres Pasuruan, Iptu Sukiyanto, Sabtu (3/8/2013).

Ia mengimbau pemudik tidak usah takut dan panik tersesat, karena pihak kepolisian telah mengantisipasinya dengan memberikan petunjuk langsung maupun penjelasan di Pos Pam. Penambahan personil juga akan dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan.  (fat/fat)


Redaktur :  Muhajir Arifin  |  Publisher  :  Rangga
   [http://detik.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013

Jelang Lebaran, Pedagang Kecil Makin Tergusur Swalayan

Written By Unknown on Jumat, 02 Agustus 2013 | 13.09

Berita Tuban - Perkembangan dunia perdagangan di tanah air cukup berpengaruh pada budaya jual beli masyarakat. Hal ini juga cukup dirasakan menjelang Hari Raya Idul Fitri kali ini.

Untuk berbelanja kebutuhan hari raya, banyak segmentasi masyarakat yang memilih untuk berbelanja di toserba dan swalayan. Sehingga sirkulasi perdagangan di tingkat mikro cukup mengalami penurunan. Pasar – pasar tradisional dan pertokoan tak lagi seramai dulu.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Abdul Fattah. Salah seorang pedagang di pasar baru Tuban ini biasanya menjual berbagai kebutuhan lebaran menjelang Hari raya Idul Fitri, namun omsetnya saat ini menurun drastis lantaran berdirinya 2 (dua) swalayan di Tuban yang menyedot daya beli masyarakat.

“Menjelang lebaran seperti ini, biasanya saya menjual berbagai kebutuhan hari raya mas, termasuk menjual aneka jajanan. Tapi sekarang sudah tidak lagi karena semakin hari kondisi pasar semakin sepi,” tuturnya saat ditemui wartawan media ini, Jum’at (2/8/2013).

Lebih lanjut Fattah mengatakan, “Tidak hanya saya, hampir semua pedagang merasakan turunnya omset dagang beberapa tahun terakhir ini. Terlebih sejak di Tuban berdiri dua swalayan besar dari Bojonegoro itu,” tandasnya.

Sebagaimana yang disampaikan Fattah, berdasar pantauan kabartuban.com menyebutkan bahwa di semua swalayan dan mini market menjual segala kebutuhan hidup dan kebutuhan lebaran. Bahkan banyak yang harganya lebih murah daripada di pasar tradisional.

Pihak swalayan mampu memainkan harga lantaran langsung melakukan pengambilan barang dari pabrik dengan jumlah yang cukup besar, yang tentunya membuat harganya lebih kompetitif.

Salah seorang pengunjung yang ditemui kabartuban.com di salah satu swlayan besar di Tuban, Ratih mengatakan, “Saya memilih memilih belanja di swalayan karena lebih nyaman dan lengkap mas, terus pada barang tertentu harganya sama dengan harga grosir. Disamping itu, tidak hanya berbelanja tapi juga bisa sambil refreshing dan jalan – jalan,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan sumber yang didapat media ini, Pemerintah Kabupaten Tuban juga telah melakukan upaya – upaya untuk menstabilkan perputaran perdagangan di tingkat mikro. Sehingga para pedagang kecil semakin tertinggal dan tergerus pertokoan modern, salah satunya dengan membatasi perijinan pendirian swalayan atau mall di Tuban.

Namun, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah sepertinya belum dianggap membuahkan hasil. Sebagian masyarakat masih menilai Pemerintah kurang tanggap dan tidak mampu menjadi pengayom pedagang kecil.

“Upaya pemerintah untuk melindungi sistem perdagangan masyarakat kecil saya rasa masih lemah. Faktanya hingga saat ini, kami masih harus berpikir sendiri dan berupaya sendiri untuk tetap bertahan di tengah ramainya para investor besar yang berbondong – bondong masuk Tuban. Meskipun harus berjuang keras, kami tidak mau masyarakat pribumi tersisihkan oleh para spekulan asing,” ungkap Fattah. (im)


Author : kabar tuban  |  Publisher  :  Rangga
   [kabartuban.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013



Amankan Arus Mudik Polisi Sediakan 11 Pos Pantau

Written By Unknown on Kamis, 01 Agustus 2013 | 14.59

Berita Tuban - Petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban telah menyediakan sebanyak 11 Pos pantau arus mudik yang tersebar disepanjang jalur Pantura Tuban, Rabu (31/7). Pos pantau ini untuk menjaga kamanan dan kenyamanan untuk para pemudik lebaran.

Sebanyak sebelas pos pantau arus mudik lebaran 2013 ini tersebar mulai dari perbatasan Tuban dengan Jawa Tengah yakni berada di Pos Bancar, Kecamatan Bancar, sampai dengan Kecamatan Widang, perbatasan Kabupaten Tuban dengan Kabupaten Lamongan. “Posnya akan siap digunakan mulai operasi ketupat besuk. Setiap pos akan dijaga oleh beberapa anggota baik lalu lintas maupun anggota polisi lain dan juga dibnatu TNI,” ujar Kasat Lantas Polres Tuban AKP Akmal.

Menurutnya, dari 11 pos mudik lebaran tersebut 9 diantaranya adalah pos pantau arus lalu lintas maupuan ganguan keamanan lainnya. Sedangkan, satu pos untuk pelayanan dan satunya lagi Masjid Bintang. “Semua pos ini tersebar dititik-titik yang dinilai menjadi lokasi rawan macet, maupun rawan tindak kriminalitas. Sedangkan untuk Masjid Bintang kita tempatkan di depan terminal baru Tuban,” ungkapnya.

Lebih lanjut Akmal mengatakan, dihimbau kepada para pemudik yang melintasi jalur Pantura Tuban untuk menjaga keselamat dalam berkendara. Jika merasa mengantuk mereka dihimbau untuk beristirahat di pos-pos arus mudik maupun masjid Bintang yang telah disediakan. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ”Semua pengguna jalan diharapkan juga mematuhi aturan yang telah ada,” pungkasnya. (duc)



Redaktur :  -  |  Publisher  :  Rangga
   [http://kotatuban.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013





Motor Bekas Ramai Diburu Jelang Mudik Lebaran

Written By Unknown on Rabu, 24 Juli 2013 | 18.51

Warta Tuban - Mendekati hari raya Idul Fitri motor bekas ramai diburu konsumen. Rata-rata pembeli menggunakan motor untuk mudik ke kampung halaman.

Syamsul Rizal, pemilik motor bekas Danu Motor mengaku memasuki bulan puasa penjualan motor bekas mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari semakin berkurangnya stock motor bekas.

"Paling banyak dicari motor matik seperti Honda BeAT, Yamaha Mio, dan Honda Vario. Terutama untuk motor matik yang diproduksi di bawah 2010," kata Syamsul, saat ditemui VIVAnews, di showroomnya jalan Raya Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu 24 Juli 2013.

Tak hanya matik, tambahnya, bagi mereka yang ingin mudik lebaran dengan tujuan lebih jauh, sepeda motor bebek yang diproduksi di bawah 2007 menjadi pilihan alternatif lain. Selain lebih murah, konsumsi bahan bakarnya lebih irit.

Namun tak semua showroom motor bekas laris diburu konsumen. Salah satunya Muhammad Harwiono, pemilik showroom Rabel Motor di Jalan Palmerah Barat 86 Rawa Belong, Jakarta Selatan.

Menurutnya, dua pekan setelah puasa belum terlihat peningkatan signifikan. Sebab, lebaran tahun ini berdekatan dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak serta tahun ajaran sekolah yang baru.

"Belum terlalu ramai, tapi tergantung juga, soalnya kami biasa jual motor 40-50 unit per bulan. Saat ini kita baru jual 20-an unit," jelas Harwiono.

Dia menduga, sepinya penjualan motor bekas dikarenakan para konsumen terutama pegawai belum menerima gaji terlebih lagi THR (Tunjangan Hari Raya).

Harwiono menambahkan, untuk melakukan pembelian motor bekas, ia tidak menggunakan sistem kredit melainkan dengan pembayaran cash. "Kasian kalau kredit, bisa tambah mahal, selain itu namanya juga bekas, motor belum lunas bisa jadi motornya malah rusak duluan," ungkapnya.

Tapi, dia memastikan setiap motor seken yang dijualnya bukanlah hasil lelangan, melainkan langsung dari pembeli tangan pertama. "Jadi dijamin berkualitas, bisa dicek langsung," imbuh dia.

Author : Sandy Adam Mahaputra, Herdi Muhardi  |  Publisher  :  Rangga
   [Vivanews.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013


Hingga H+3, Korban Meninggal Mencapai 760 Orang

Written By Unknown on Jumat, 24 Agustus 2012 | 13.49

BeritaTuban dot com , JAKARTA - Jumlah kecelakaan lalu lintas nasional dari H-8 atau Sabtu (11/8/2012) hingga H+3 atau Kamis (23/8/2012) mencapai 4.333 kecelakaan. Jumlah korban meninggal mencapai 760 orang, luka berat 1.222 orang, dan luka ringan 4.086 orang. Total kerugian materi mencapai Rp 8,3 miliar.

Demikian data terbaru yang dikeluarkan Korlantas Polri seperti yang tertera di Posko Harian Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2012 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (24/8/2012).

Detailnya, pada Kamis atau H+3 Lebaran, jumlah kecelakaan mencapai 407 kecelakaan. Dari jumlah tersebut sebanyak 74 orang meninggal dunia, 129 orang luka berat dan 436 mengalami luka ringan. Kerugian materi mencapai Rp 988 juta.

Catatan Korlantas menyebutkan, sepanjang H-8 hingga H+3, jumlah kecelakaan lalu lintas tertinggi terjadi pada H+3 dengan 407 kecelakaan. Namun, kerugian materi tertinggi justru terjadi pada H-4 atau Rabu (15/8/2012) dengan nilai Rp 1,024 miliar.

Editor :  Heru Margianto
Publisher :  Rangga
   [kompas.com] COPYRIGHT © Warta Tuban 2012


Geliat Ekonomi di Penghujung Ramadhan

Written By Unknown on Jumat, 17 Agustus 2012 | 09.01

 BeritaTuban dot com , Dua hari jelang Lebaran, harga bandeng di Gresik naik berlipat-lipat . Satu kilogram bandeng bisa dijual sedikitnya Rp 50.000-Rp150.000 dari normalnya Rp 25.000 per kg. Bahkan bandeng yang dilelang satu ekor saja bisa mencapai belasan juta rupiah.

Tradisi tahunan Pasar Raya dan Lelang Bandeng itu menjadi magnet dan penggerak ekonomi, sekaligus pertaruhan gengsi atau prestise. Masyarakat Gresik rela membeli bandeng dengan harga mahal untuk disajikan kepada tamu di saat Lebaran. Makin besar dan mahal bandeng, menunjukkan makin tinggi prestisenya.

Masyarakat umum bisa belanja dan menikmati bandeng-bandeng dengan harga lebih terjangkau yang dijual di arena Pasar Raya Bandeng. Selain bandeng, aneka kebutuhan mulai pakaian, mainan, suvenir, aksesoris, hiasan rumah, hingga kebutuhan Lebaran pun tersedia. Jalan HOS Cokroaminoto, KH, Kholil, Jalan Akim Kayat, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Raden Santri dan Jalan Samanhudi disulap menjadi pasar dadakan yang bisa dinikmati warga. Mulai harga obral hingga harga mahal pun tersedia.

Tahun ini Pasar Raya Bandeng bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia Jumat (17/8/2012). Malamnya warga bisa menyaksikan Lelang Bandeng, di Wahana Ekspresi Pusponegoro yang ada di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Biasanya Lelang digelar di sekitar Ramayana Jalan Gubernur Suryo. 

Menurut Mahfud (48), warga Sidayu, sejak Jumat pagi hingga sekitar pukul 14.30 bandengnya sudah laku 100 ekor. Harganya pada kisaran Rp 85.000 per kilogram. Tetapi kadang pembeli langsung menawar satu ekor setelah ditimbang lebih dulu. "Tadi yang empat kilogram laku tujuh ratus ribu," katanya.

Kebanyakan yang dicari adalah bandeng dengan berat lebih dari 3 kg. Mahfud sendiri sudah mengikuti Pasar Raya Bandeng sejak 1987 saat ia masih anak-anak. Menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap Pasar Raya dan Lelang Bandeng tidak semeriah dulu. Kalau dulu benar-benar jadi ajang bertaruh gengsi. "Karena semakin mahal bandeng semakin menunjukkan kelas sosial," tuturnya.

Jika dilihat dari sisi bandeng yang dibeli masyarakat secara personal, omset seorang pedagang bandeng bisa mencapai Rp 5 juta-Rp 10 juta. Menurut Panitia, Yuyun Wahyudi, ada 100 stan pedagang bandeng dan 700 stan barang lainnya yang ikut berjualan di arena Pasar Raya Bandeng.
  • Terjadi Pergeseran
Nilai transaksi dari bandeng yang dilelang pun bisa mencapai puluhan juta rupiah. Hasilnya digunakan untuk dana sosial, yang diserahkan kepada lembaga atau yayasan yang membutuhkan. Bandeng yang dilelang merupakan bandeng kawak dengan ukuran jumbo 6 -15 kg per ekor di atas ukuran bandeng normal antara 4-5 ekor per kg.

Ketua Masyarakat Pecinta Sejarah dan Budaya Gresik (Mataseger) Kris Aji menuturkan, saat ini ada persegeran dalam tradisi Lelang Bandeng. Tradisi itu berawal dari kebiasaan masyarakat Gresik yang memiliki kepercayaan bandeng melambangkan prestise seseorang di tengah masyarakat. Semakin besar bandeng semakin tinggri prestisenya.

Cikal bakal munculnya Pasar Bandeng dan Lelang berawal sejak era Sunan Giri. Saat itu banyak santri dari luar Gresik dan luar pulau butuh oleh-oleh untuk dibawa pulang. Itu diawali dengan malam Selawean (malam 25 Ramadhan) yang menjadi semacam Pasar Malam.

Sejak dulu, Gresik sudah dikenal dengan hasil tambaknya. Data Dinas Kelautan dan Perikanan Gresik menyebutkan, areal tambak seluas 28.000 hektar sekitar 46 persen dari total tambak di Jawa Timur. Produksi bandeng di Gresik mencapai 23.200 ton per tahun. Potensi ikan yang bagus itu mendorong munculnya Pasar Raya dan Lelang Bandeng.

Ketika itu jelang akhir Ramadhan, pada era Sunan Giri, santri-santri ingin membawa bandeng sebagai oleh-oleh untuk pulang. Momentum itulah yang dimanfaatkan petambak di Gresik, baik di Kelurahan Lumpur Gresik, di wilayah Manyar, maupun Mengare Bungah menyediakan bandeng. Dari foto-foto lama terlihat, dulunya yang dijual khusus bandeng sebagai oleh-oleh khas Gresik. "Lambat laun yang dijual beragam dan penjualnya pun banyak dari luar Gresik," tutur Kris. 

Pada awalnya, pedagang pun masih dari Gresik termasuk pembuat kerajinan seperti sarung, kopiah, sandal kulit. Bahkan saat itu terjadi sistem barter. Misalnya pedagang sandal menukar dengan kopiah, pedagang sarung menukarnya dengan perhiasan . "Kini yang memanfaatkan momentum ini justru banyak perajin atau pedagang dari luar Gresik," ujar Kris.
  • Awalnya Dikelola Petambak Kini Pemerintah
Menurut Kris, bukan hanya Pasar Raya Bandeng yang bergeser secara ekonomi maupun budaya. Lelang bandeng juga demikian. Pada zaman pendudukan Belanda di era pemerintahan Adipati Pusponegoro sekitar tahun 1800-an, petambak yang berjualan bandeng berlomba-lomba menunjukkan bandengnya yang paling besar.

Saat itu bandeng terbesar dilelang dan dikelola sendiri oleh petambak. Oleh karena itulah petambak berlomba-lomba memelihara bandeng kawak, dan setiap tahun bandeng yang paling besar berasal dari petambak yang berbeda, bisa dari Mengare, dari Manyar, atau Lumpur.

Sejak pasca kemerdekaan Lelang Bandeng mulai dikelola pemerintah. Hanya saja kini proses pelelangan tidak jarang bernuansa politis atau bisnis. Pemenangnya bisa saja pengusaha yang nantinya mendapatkan prioritas dalam proyek, atau pejabat dan politisi yang berkepentingan menaikkan pencitraan. "Kalau dulu murni pemenangnya ya masyarakat karena betul-betul jadi ajang adu prestise," ujar Kris.

Tetapi , dia menilai tradisi itu masih bertahan hingga kini sudah sangat bagus dan patut disyukuri . Paling tidak dalam menggerakkan geliat ekonomi masyarakat, terutama pedagang, juga petambak.

Ajang Pasar Raya dan Lelang Bandeng menjadi sarana promosi wisata budaya. Bahkan petambak pun dirangsang dengan hadiah umrah dan sepeda motor bagi yang bandengnya paling besar dan dilelang sebagai bandeng maskot.

Dalam proses lelang selain dilelang dua bandeng maskot, juga dilelang 10 bandeng dengan sistem cash and carry . Sementara masyarakat juga bisa menikmati bandeng ukuran sekitar 5 kilogram dalam paket hiburan bila bisa menjawab pertanyaan panitia lelang.

Kepala Bagian Humas Kabupaten Gresik, Andhy Hendro Widjaya menyebutkan tahun ini lelang bandeng maskot dan bandeng cash and carry diperuntukkan bagi pejabat dan pengusaha. Selain itu ada lelang bandeng untuk rakyat dengan 150 paket masing-masing berisi bandeng ukuran 3 kg. Setiap paket dilempar dengan harga Rp 50.000. Tujuannya masyarakat biasa pun bisa menikmati bandeng besar. Kali ini juga digelar festival bandeng olahan, ujarnya.

Bandeng dikenal milk fish (Inggris) dalam bahasa latin Chanos chanos masuk familia Chanidae bisa diolah menjadi otak-otak, bandeng asap, bandeng presto. Bahkan Abdul Hakim warga Leran Kecamatan Manyar telah mengolah duri bandeng menjadi abon. Sedangkan bandeng juga bisa diolah dengan dibakar dengan dilumuri lumpur yang dike nal dengan bandeng blothong. Ada juga yang mengolah menjadi asem-asem atau kelo kuning bandeng. 

Mengonsumsi bandeng bermanfaat bagi kesehatan karena bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu perkembangan otak. Dari sisi kandungan gizi dan nutrisi, setiap 100 gram bandeng mengandung protein 20 gram, lemak 4,8 gram, Kalsium 20 miligram, besi 2 mg, fosfor 150 mg, dan energi sebesar 129 kilokalori. Selain itu bandeng juga mengandung Vitamin B1 dan Vitamin A, dan asam lemak Omega3. 

Terlepas dari itu semua, tradisi rut in tahunan Pasar Raya dan Lelang Bandeng di Gresik membangkitkan gairah ekonomi tidak saja bagi petambak, pedagang, tetapi juga pemuda-pemuda yang membuka jasa parkir bagi pengunjung. Sejumlah perusahaan operator selulur, perbankan, rokok, biro jasa juga memanfaatkan momentum itu untuk berpromosi.

Kegiatan itu menjelma bukan saja untuk meneruskan tradisi ratusan tahun, tetapi menjadi tempat perputaran uang. Ada geliat ekonomi, ada unsur hiburan hingga potensi wisata. Geliat di penghujung Ramadhan, geliat jelang Lebaran.     

Editor  :  Tjahja Gunawan Diredja  |  Publisher  :  Rangga
   [Kompas.com] COPYRIGHT © Warta Tuban 2012

Sopir Ngantuk, 2 Mobil Tabarakan di Pantura Tuban

Written By Unknown on Kamis, 16 Agustus 2012 | 10.10

BeritaTuban dot com , TUBAN - Ruas jalur mudik di pantura Tuban, yang termasuk padat karena menjadi salah satu area transit dari Jawa Timur ke Jateng hingga Jakarta dan sebaliknya, memberikan sinyal jika pengguna jalan tersebut harus waspada dan hati-hati. Jika tidak, bisa berakibat celaka.

Diduga pengemudi mengantuk kecelakaan melibatkan dua mobil pemudik terjadi di jalur pantura Tuban. Sebuah mobil Xenia bertabrakan dengan mobil Kijang yang kemudian menghantam pagar rumah warga hingga hancur. Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, jalur lalulintas sempat macet karena banyaknya warga yang berkerumun menonton.

Menurut keterangan warga di lokasi kejadian, disebutkan kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan pribadi yang sedang perjalanan mudik, yakni Xenia bernopol B 1376 PFF, yang dikemudikan oleh Rohman Rosmana, asal Bandung, berjalan dari arah barat ke timur.

Pada saat berada di Jalan Raya Tuban-Gresik, di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Palang, tiba-tiba mobil Xenia oleng lantaran pengemudi mengaku mengantuk dan kendaraannya berjalan di jalur kanan.

Pada saat bersamaan dari arah timur melaju mobil kijang dengan nomor polisi S l 1458 LG, yang dikemudikan oleh Lantari, warga Desa Brengkok, Kecamatan Brondong. Lamongan. Karena mobil yang dikendarai Rohman Rosmana semakin ke kanan sehingga langsung menabrak bodi kijang sebelah kiri.

Usai menabrak kijang mobil Rohman tetap melaju dan nyaris masuk rumah warga yang berada di sisi jalan setelah menghancurkn tembok pagar rumah.

“Tadi saya mengantuk dan tidak menyadari mobil sudah masuk ke lajur kanan, hingga ahirnya saya menabrak mobil dari arah berlawan.” ujar Rohman.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Semua penumpang dari kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut hanya mengalami luka ringan. Kejadian tersebut kini tengah ditangani pihak kepolisian Polres Tuban. (kim)

Editor | Publisher :  ... | Rangga
   [KotaTuban.com] COPYRIGHT © Warta Tuban 2012



Kendaraan pribadi di Merak menumpuk

BeritaTuban dot com , Merak - Kendaraan pribadi di Pelabuhan Merak, Banten, yang hendak menuju Bakauheni, Lampung, menumpuk di area parkir dermaga sambil menunggu kedatangan kapal "roll on roll of" atau "roro", Kamis.

"Kepadatan kendaraan pribadi sejak pagi hingga malam hari," kata Petugas Bagian Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak Mario Sardadi Oetomo.

Menurut dia, saat ini ribuan kendaraan pribadi mengantre di parkir dermaga Pelabuhan Merak.

Selain itu, juga diparkir menara hingga kendaraan sulit bergerak.

Namun, kata dia, dengan kepadatan kendaraan tersebut lalu lintas lancar.

Kepadatan kendaraan terjadi karena puncaknya mudik pada H-3 Lebaran.

Diperkirakan jumlah kendaraan di atas 11 ribu unit dan penumpang pejalan kaki serta penumpang di atas kendaraan 120 ribu.

"Saya kira meskipun terjadi penumpukan semua kendaraan bisa diseberangkan ke Bakauheni, Lampung," katanya.

Ia mengimbau pengendara mobil pribadi diminta bersabar menghadapi antrean tersebut.

Petugas ASDP Merak dan kepolisian bekerja keras mengatur lalu lintas agar mereka berjalan lancar dan tertib.

"Selama ini angkutan kendaraan yang masuk ke dermaga Pelabuhan Merak lancar," katanya.

Sementara itu, Teguh, seorang pengemudi mengaku dirinya sudah dua jam hingga kini belum menyeberang ke Bakauheni karena terjebak antrean di parkir Pelabuhan Merak.

"Kami berharap secepatnya bisa menyeberang ke Pulau Sumatera," ujar Teguh hendak mudik ke Palembang.
(KR-MSR/M008)

Editor | Publisher :  ... | Rangga
   [ANTARA News] COPYRIGHT © Warta Tuban 2012

SERVER Distributor PULSA MURAH

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Berita Tuban dot Com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger