Headlines News :

Latest Post

Sjafrie Sjamsoeddin dan Kevin Rudd bicara seni perang Sun Tzu

Written By Berita Tuban on Minggu, 24 Agustus 2014 | 18.33


Berita Tuban | Qingdao - Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan mantan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd menjadi penyaji dalam seminar internasional ke-9 seni perang filsuf dan ahli militer Tiongkok Sun Tzu di Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok 24-26 Agustus 2014.

Simposium yang diselenggarakan Akademi Ilmu Militer Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok itu, bertemakan "Seni Perang Sun Tzu, Pembangunan, Kerja Sama dan Perdamaian".

Presiden Akademi Ilmu Militer Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok Liu Chengjun mengatakan simposium ini bertujuan untuk saling berbagi pandang dan pengalaman tentang seni perang Sin Tzu dalam konteks kekinian di berbagai bidang.

"Seni perang Sun Tzu sudah sangat lama dikenal dan didalami, dan telah diaplikasi tidak saja untuk militer dan hanya di Tiongkok, tetapi juga di berbagai bidang dan di berbagai negara hingga kini, melalui pemikiran dan filosofi yang tertuang di dalamnya," katanya.

Sun Tzu melalui nilai-nilai seni perang yang terkandung didalamnya, kini juga digunakan dalam menghadapi perkembangan dunia modern di bidang ekonomi sosial budaya, termasuk dalam menghadapi ancaman tradisional dan non tradisional, kejahatan trans nasional dan lainnya.



  "Pembangunan memerlukan stabilitas keamanan, karenanya seni perang Sun Tzu tidak saja bicara militer tetapi juga semua aspek termasuk untuk menjaln kerja sama untuk menciptakan perdamaian," tutur Liu Chengjun.

Sekitar abad ke-6, Sun Tzu, seorang filsuf dan ahli militer di Tiongkok telah mengerti pentingnya taktik dan strategi perang untuk mencapai kemenangan.

Sejarah mencatat keberhasilan Sun Tzu di masa lalu sukses mengantarkan kerajaan Wu yang dulu kecil menjadi kerajaan yang paling disegani di antara kerajaan Shu, dan Wei yang saling berebut kekuasaan pascaruntuhnya Dinasti Han.

Karena kecemerlangan taktik yang dipakainya itulah strategi Sun Tzu banyak dipakai dalam penyusunan strategi dan taktik perang modern belakangan ini. Strategi itu dituangkannya dalam sebuah karya bernama Art of War (Seni Perang Sunzi).

Karya Sun Tzu yang luar biasa itu, saat ini tidak hanya dipakai para prajurit dalam perperangan, namun juga dalam persaingan di ranah politik, ekonomi, sosial.

Selain Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kevin Rudd, simposium itu juga dihadiri ahli, pengamat dar berbagai bidang dan militer dari sekitar 24 negara.

Sumber : Antara News |
Pewarta : Rini Utami | Editor: Aditia Maruli | Republish : RayNa © 2014 Mitra Solusindo
 




Pelantikan DPRD Tuban Diwarnai Aksi Demo

Berita Tuban | Pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban periode 2015-2019 yang digelar hari ini diwarnai aksi unjuk rasa dari unsur masyarakat dan mahasiswa. Minggu (24/08/2014)

Mereka yang melakukan demonstrasi tersebut adalah Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) dan belasab mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Tuban (FMT).

Para demonstran yang menggelar aksinya di gedung DPRD Jl. Letda Sucipto Tuban ini memaksa masuk ke dalam gedung dewan yang sedang hikmat dilakukan pelantikan. Namun mereka harus berhadapan dengan barisan petugas Kepolisian Resor Tuban yang mengamankan jalannya pelantikan.

Para pengunjuk rasa ini menuntut, anggota DPRD yang baru dilantik ini melaksanakan kewajiban sebaik-baiknya sebagai wakil rakyat dan bekerja maksimal. Mereka menilai wakil rakyat periode sebelumnya tidak bekerja sungguh-sungguh dan terkesan lelet.

“Anggota yang baru ini kami harap lebih tanggap dengan kepentingan rakyat,” ujar, koordinator aksi dari KPR, Imanul, dalam orasinya.

Para aktivis perempuan ini juga menuntut agar untuk segera mewujudkan Peraturan Daerah (Perda) perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, meningkatkan anggaran yang responsif gender. Sebuah gagasan yang beberapa tahun terakhir ini mereka suarakan dan belum terwujud di kabupaten Tuban.

“Kami juga menuntut anggota dewan yang baru lebih transparan dengam mensosialisasikan semua kegiatan mereka kepada publik,” tambahnya.

Sementara, para aktivis FMT yang menggelar aksi serupa menuntut agar anggota dewan yang baru dilantik harus dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

“DPRD Tuban kedepan harus lebih transparan terhadap kebijakan yang akan ditetapkan” kata salah satu dari FMT dalam orasinya. (Wib)

Sumber : Wacana Tuban | Republish : RayGa © 2014 Mitra Solusindo
 




Diduga Lakukan Mal Praktek, Rumah Bidan Diluruk Warga

Berita Tuban | Rumah seorang bidan di Desa Jadi, Kecamatan Semanding digruduk beberapa orang warga. Pasalnya, bidan desa tersebut dituduh melakukan mal praktek hingga, menewaskan seorang bayi, Sabtu (23/08).

Sehingga, untuk menghindari amuk massa tersebut petugas kepolisian dari jajaran Polsek Semanding menjaga ketat rumah bidan tersebut.

Penjagaan tersebut menyusul adanya beberapa warga yang mendatangi rumah bidan tersebut. Mereka tidak terima dan menduga adanya kesalahan prosedur dalam proses imunisasi bocah laki-laki berusia 7 bulan tersebut.

”Kami tadi mendapatkan informasi dari warga, adanya warga yang beramai-ramai dan mendatangi rumah bidan ini,” jelas Kapolsek Semanding, AKP Lumban, saat dikonfirmasi kotatuban.com dilokasi kejadian.



 
Kendati demikian, sampai saat ini Kapolsek Semanding mengaku belum mendapatkan laporan secara resmi dari warga. Penjagaan tersebut, kata Kapolsek, hanya sebagai bentuk antisipasi tindakan anarkisme dari warga terutama keluarga korban yang belum bisa menerima kematian korban.

”Kita belum medapatkan laporan secara resmi dari warga, tetapi kita melakukan penjagaan di sini sebagai antisipasi adanya kericuhan akibat kejadian ini yang dilakukan warga,” tandas Lumban.

Kejadian tersebut bermula saat bidan desa tersebut melakukan imunisasi di Dusun Geneng Wetan, Desa Jadi pada hari Kamis (21/08) kemarin. Salah satu bayi yang diimunisasi bernama Niko Bagas Saputra, buah hati dari pasangan Suyitno (30) dan Nenok (28).

Menurut penuturan Hadi, salah seorang keluaraga korban, sebelum mendapat imunisasi, bayi Niko dalam keadaan sehat. Namun, setelah mendapatkan imunisasi, sang Balita yang baru berusia 7 bulan tersebut terserang demam tinggi dan bahkan muntah-muntah.

Sakit sang Balita semakin parah, hingga akhirnya meninggal dunia. Keluarga korban tidak membawa Balita tersebut ke Rumah Sakit dengan alasan tidak ada biaya. Kematian Balita inilah, yang memicu anggapan terjadinya Mal Praktek yang dilakukan Bidan.

”Sampai sekarang kedua orang tua bayi Niko tidak sadarkan diri. Kemarin pas sakit, Niko mau dibawa ke rumah sakit. Namun, kedua orang tua bayi Niko terbentur dengan biaya,” terang Hadi, saat berada di rumah duka. (duc)
Sumber : Kota Tuban | Republish : RayNa © 2014 Mitra Solusindo
 








'Jendela Indonesia' Pertemukan Musik Tradisional dengan Modern

Written By Berita Tuban on Jumat, 22 Agustus 2014 | 10.21

Berita Tuban | Jakarta - Puluhan musisi ternama Tanah Air akan berkumpul di 'Jendela Indonesia'. Konser musik yang akan digelar pada 31 Agustus mendatang itu juga menjadi ajang mempertemukan musik tradisional dengan modern.

Pada acara yang juga menjadi malam puncak perayaan ulang tahun ke 52 TVRI itu rencananya akan diramaikan oleh berbagai penyanyi top, seperti Enno Lerian, Syaharani, hingga diva Indonesia, Rossa. Beberapa di antaranya pun berlatih pada hari ini, Jumat (22/8/2014).

"Jarang banget konser dengan melibatkan artis sebanyak ini pakai orkestra. Karena membutuhkan persiapan cukup dan biaya besar. Selain itu butuh konduktor dan aranger yang besar," ujar Syaharani.
Gelaran konser yang akan ditayangkan live tersebut diiringi oleh orkestra dari Dwiki Dharmawan. Ia berjanji akan menghadirkan musik lintas zaman.

"Nanti akan banyak lagu kenangan, dengan format aransemen baru dengan orkestra. Ita Purnamasari (istrinya) juga akan nyanyikan lagu seperti zaman di Selekta Pop. Rossa juga akan nyanyi lagu yang diciptakan Fariz RM," sahut Dwiki. (dar/kmb)

Sumber : Detik Hot | Publisher : Dicky Ardian | Republish : RayNa © 2014 Mitra Solusindo
 



Rem Blong, Truk Muatan Jelly Terguling

Berita Tuban | Akibat rem blong, truk muatan marimas jelly terprosok kejurang sedalam tiga meter. Peristiwa tersebut terjadi di ruas jalan pantura kilometer 8 Tuban, tepatnya berada di Dusun Kepet Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Kamis (21/8/2017)

Insiden truk masuk jurang, bermula saat truk ber-Nopol K 1782 BD yang dikemudikan Suwardi (45), warga Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, melaju dari arah Semarang menuju Surabaya, namun saat berada di jalanan turun, mendadak kendaraan tersebut alami rem blong, dan masuk ke jurang.

“Tidak tahu kenapa, tiba-tiba di jalanan yang turun, rem blong, dan akhirnya melaju makin kencang, dan saya ambil kiri ternyata jatuh ke jurang, untung ada pohon, kalau tidak mungkin akan jatuh lebih dalam lagi” ujar Suwardi sopir truk yang alami kecelakaan.

Rencananya truk yang bermuatan marimas jelly tersebut akan dikirim ke salah satu dipo di surabaya. “Minuman marimas jelly ini, dari Semarang mau saya kirim menuju salah satu dipo Surabaya,” pungkas Suwardi.

Sementara itu, truk nahas tersebut masih belum di evakuasi, hanya tampak sejumlah orang yang mengeluarkan muatan tersebut, untuk di pindahkan ke truk lainnya. Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa, sedangkan sopir truk hanya mengalami luka ringgan dan memar di bagian kepala serta kaki. (Pul)

Sumber : Kabar Tuban | Republish : RayNa © Mitra Solusindo 2014

 

Pengedar Uang Palsu di Bekuk Polisi

Berita Tuban | Aparat kepolisian dari unit Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim),  Polres Tuban, berhasil menangkap seorang pelaku pengedar uang palsu (upal), yang biasa beroprasi diwilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah Senin, (11/8/2014).

Penangkapan tersebut, berawal dari informasi yang didapat aparat kepolisian, dengan beredarnya upal dikawasan Tuban, petugas yang mendapati informasi, langsung merespon dan melakukan pengintaian, sejak akhir bulan juli kemarin.

Pelaku yang diketahu bernama Andi Khudrin (39), warga Desa Semat Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepar itu, berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian, saat hendak melakukan transaksi, di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, dalam penangkapan tersebut turut diamankan barang bukti upal pecahan seratus ribu rupiah, sebanyak 1.400 lembar.

“Tersangka berhasil kita amankan, di rumah makan wahyu utama Kecamatan Bancar, saat hendak melakukan transaksi, pengedaran upal, dengan perbandingan satu banding tiga, satu uang asli ditukar dengan tiga uang palsu, sebelumnya, kita pancing tersangka, untuk melakukan transaksi didaerah perbatasan, antara Jawa Timur dan Jawa Tengah, satu orang berhasil kita tangkap”. Tutur Kapolres Tuban AKBP Ucu Kuspriyadi.

Lebih lanjut Ucu Kuspriyadi juga menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan, terkait beredarnya upal dikawasannya dan diduga kuat pengedarnya jaringan Jawa Tengah.

“Kita melakukan pengembangan, dari keterangan tersangka, diduga jaringan Jawa Tengah, kita  terus melakukan penyelidikan lebih lanjut, diwilayah Jawa Tengah, kita sempat melakukan pengeledahan disalah tempat, dan kita temukan dua lembar upal, pecahan seratus ribu rupiah dan lima puluh ribu rupiah, sedangkan pelaku sudah tidak ada ditempat, kita tetap melakukan penyelidikan untuk mengembangkan kasus ini, berkerjasama denga jajaran Polda Jateng maupun Polrestabes Semarang dan Polsek setempat” Dalam khasus ini, pihak kepolisan berhasil mengamankan satu buah koper, warna hitam, 1.400 lembar, upal pecahan seratus ribu, dan didapati 20 nomor seri yang sama

“Dalam penangkapan tersebut, kita amankan satu buah koper hitam, upal sebanyak 140 juta, pecahan seratus ribu, dengan jumlah 1.400 lembar, dari ribuan uang lembar tersebut, kita cocokan nomor serinya, dan kita dapati dua puluh nomor seri yang sama, jumlah banyaknya nomor seripun  bervariasi, mulai dari 46 lembar hingga 90 lembar” pungkas Kapolres Tuban.

Akibat perbuatannya tersebut, Tersangka bakal dijerat, pasal 244 sub 245 KUHP, tentang menyimpan dan mengedarkan uang palsu, dengan ancamannya maksimal penjara 15 tahun.(Pul)

Sumber : Kabar Tuban | Republish : RayNa © Mitra Solusindo 2014


Microsoft akan rilis Windows 9

Berita tuban | Jakarta - Produsen perangkat lunak Microsoft akan merilis Windows 9 pada September mendatang.

Sistem operasi baru yang dalam tahap pengembangan dan bernama sandi "Threshold" itu, menurut sumber Microsoft akan diperkenalkan pada 30 September, menurut The Verge, Jumat.

Sebelumnya Microsoft berencana merilis versi preview Windows 9 di akhir September atau awal Oktober seperti dilaporkan ZDNet.

Beberapa fitur baru dan preview teknis tentang sistem operasi terbarunya akan dipresentasikan Microsoft kepada para pengembang dan pengguna Windows 9.

Versi preview tersebut akan menjadi penampilan debut tombol Start Menu mini dalam Windows 9. Kemudian ada beberapa fitur yang kemungkinan dihapus seperti fitur Charm-bar dan perbaruan tampilan.

Fitur asisten virtual Cortana yang saat ini masih tersedia dalam Windows Phone juga disebut sedang dipersiapkan Micrsofot dalam OS Windows 9. Tetapi fitur tersebut belum akan diperlihatkan pada September mendatang.

Selain itu, Microsoft saat ini juga sedang mempersiapkan versi kombinasi Windows RT dan Windows Phone yang rencananya bakal diperkenalkan detilnya pada acara yang sama.

Pihak Microsoft belum memberitahukan informasi yang resmi tanggal rilis  Windows 9.

Sumber : Antara News | Editor: Suryanto | Penerjemah: Suryanto | Pewarta: intan umbari | Republish : RayGa © 2014 Mitra Solusindo
 


Prabowo dinilai tidak bijaksana jika masih "ngotot"

Written By Berita Tuban on Kamis, 21 Agustus 2014 | 21.33

Berita Tuban | Jakarta - Kuasa hukum pasangan presiden terpilih dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla, Taufik Basari menilai langkah kubu pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tidak bijaksana jika masih akan mencari langkah lainnya setelah gugatannya sebagai pemohon ditolak seluruhnya oleh Mahkamah Konstitusi (MK)

Majelis hakim MK, Kamis (21/8) malam, menolak seluruh gugatan kubu Prabowo-Hatta terhadap hasil Pilpres 2014 karena menilai berdasarkan seluruh pertimbangan, dalil yang diajukan pemohon atas pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif tidak terbukti menurut hukum.

"Hal itu tidak bijak karena kalau kita memahami proses hukum adalah proses akhir seharusnya selesai saat putusan MK dibacakan. Karena kalau proses hukum sudah dilakukan dan dikembalikan lagi ke proses politik itu, maka tidak akan pernah ada ujungnya. Akan ada terus versi kebenaran masing-masing dan klaim benar," kata Taufik usai sidang Putusan terhadap perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014, di Gedung MK, Jakarta, Kamis (21/8) malam.

Menurut Taufik, putusan MK bersifat final dan mengikat sejak diucapkan dalam sidang pleno terbuka untuk umum sehingga penyelesaian hukum di MK merupakan penyelesaian akhir.

Ia menilai apabila kubu Prabowo-Hatta tetap mengupayakan langkah lain termasuk lewat langkah-langkah politik, kata Taufik, hal tersebut sudah tidak lagi membawa kepentingan rakyat namun kepentingan segelintir orang yang ada di elit politik.

"Proses politik tidak perlu karena harus move on. Maka publik bisa menilai permainan politik pascaputusan MK hanya permainan elit, dia tidak lagi membawa kepentingan rakyat tapi hanya kepentingan segelintir orang yang ada di elit-elit politik," jelas Taufik.

Pembentukan Panitia Khusus Pemilu Presiden di DPR yang digadang-gadang oleh koalisi Prabowo-Hatta, lanjut Taufik, juga merupakan hal yang kurang tepat karena pansus tidak bisa memutus benar atau salah seperti pengadilan.

"Pansus bukan lembaga yang bisa memutus benar atau salah. Satu-satunya yang bisa benar atau salah itu melalui pengadilan. Oleh karena itu, kalau ingin setiap permasalahan harus ada akhirnya ya saat ini. Seharusnya semua pihak menerima keputusan MK dan legowo. Tidak ada hal-hal yang bisa kita ragukan dalam proses persidangan ini, semua terbuka, semua ruang sudah diberikan," ujar Taufik.

Oleh karena itu, Taufik yang mewakili kubu Jokowi-JK mengatakan akan mengantisipasi langkah-langkah politik kubu Prabowo-Hatta dengan menyerahkan penilaian pada masyarakat lewat informasi yang sebenar-benarnya.

"Kami merasa kedauatan di tangan rakyat, kepercayaan hakiki di rakyat. Maka yang kami lakukan adalah menyampaikan informasi sebenar-benarnya kepada publik mengenai proses sini. Sehingga publik bisa nilai," katanya. (M047/E001)

Sumber : Antara News | Editor: B Kunto Wibisono | Republish : Dimas Aldheaksa  © 2014 Mitra Solusindo







Jelang Pengumuman MK, Tuban Siaga I

 Berita Tuban | Menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, petugas kepolisian dari jajaran Polres Tuban menjaga ketat kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban, yang berada di Jalan Pramuka, Kamis (21/08).

Selain kantor KPU Kabupaten Tuban, petugas kepolisian juga bersiaga penuh di kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tuban, gudang logistik KPU. Petugas kepolisian juga disiagakan di kantor-kantor Partai Politik (Parpol) pendukung pasangan calon presiden.

”Kita melakukan siaga satu pengamanan menjelang putusan MK siang ini. Dan kita siaga penuh di kantor KPU, Panwaslu, gudang logistik, dan kantor-kantor Parpol pendukung pasangan Capres,” terang, Kasat Sabhara Polres Tuban, AKP Yani Susilo, saat ditemui kotatuban.com,  pada pengamanan di kantor KPU Tuban.

Menurutnya, pengamanan tersebut sebagai bentuk antisipasi menjelang putusan MK. Selain itu, diharapkan untuk pendukung pasangan Capres dapat menahan diri dan menghormati keputusan MK terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). ”Ya, mari kita sama-sama menjaga keamanan, agar suasana tetap kondusif dan aman. Apapun putusan MK mari kita hormati dan kita jalankan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kasat Sabhara mengatakan, pengamanan baik kantor KPU, kantor Panwaslu, maupun kantor-kantor Parpol akan dilakukan sampai benar-benar situasinya aman. Selain itu, penarikan pasukan pengamanan tersebut tergantung kondisi di pusat.

”Kalau sampai kapan pengamanan ini kita lakukan, kita menunggu keputusan dari pusat. Jika siang ini kondisi di Jakarta sudah tenang dan aman, pasti didaerah juga aman, dan pasukan bisa kita lakukan penarikan,” pungkasnya. (duc)

Sumber : kota Tuban | Republish : Dimas Aldheaksa © 2014 Mitra Solusindo






DB Mulai Mengganas di Tuban, Satu Meninggal

Berita Tuban | Penyakit Demam Berdarah (DB) mulai mengganas dan menyerang sejumlah warga Tuban, urtamanya kalangan anak-anak.

Data yang dioperoleh kotatuban.com dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Koesma Tuban menyebutkan, sedikitnya ada 14 pasien masuk rumah sakit tersebut dalam kondisi kekurangan trombosit akibat penyakit yang disebarkan nyamuk Aedes aegypti.

“Bulan Juli saja ada empat belas pasien DB dengan konsisi bervariasi, satu diantarantya kritis dan meninggal dunia,” ujar Siswanto, bagian humas RSUD Tuban.

Pantauan disalah satu ruang perawatan RSUD Dr Koma, sejumlah pasien nampak masih menjalani perawatan intensif akibat demam berdarah, dengan didominasi pasien anak-anak.

“Seluruh pasien yang masuk dengan gejala DB langsung dilakukan uji laboratorium. Jika positif tentu penanganan lanjutan oleh petugas medis melakukan antisipasi agar trombositnya tidak drop, kemudian mengembalikanya ke kondisi normal,” terang Siswanto.

Sementara, dua pasien anak-anak yakni Salisa (5) dan Muhammad Firza (9), dua kakah beradik asal desa Pucangan, Kecmatan Montong, sudah sepuluh hari ini menjalani perawatan di ruang Bugenfil RSUD, kondisi kakak beradik itu sudah berangsur membaik dibanding dengan saat dua bocah itu masuk rumah sakit dengan gejalan demam dan mual, sehingga oleh orangtuanya langsung dibawa kerumah sakit.

Wikoyatun nikmah, ibu pasien mengatakan, awalnya sang anak masuk kerumah sakit karena panas dingin, dan mual hingga muntaah, setelah di uji laboraturium oleh pihak rumah sakit, ternyata positif DB dan harus menjalani perawatan, beberapa hari kemudian satu agi anaknya juga mengalami gejala yang sama dan dibawa ke rumah sakit juga DB.

“Awalnya kakaknya yang kesini duluan, terus adeknya juga terkena DB, gejalanya ya panas terus dingin dan panas lagi, bahkan bmual dan muntah,” kata Wikoyatun.

Munculnya DB membuat warga pucangan itu cemas, dan berharap dinas terlait melakukan penyemprotan foging, agar DB tidak meluas menjangkiti warga lain di sekitar rumahnya. (kim)

Sumber : kota Tuban | Republish : Dimas Aldheaksa © 2014 Mitra Solusindo
 

 


Pabrik Semen Tuban Lakukan Inovasi Energi

Berita Tuban | PT Semen Indonesia (persero) Tbk  (SI) melakukan inovasi di bidang energi listrik. Bekerjasama dengan perusahaan asal Jepang, JFE Engineering, SI menggunakan teknologi pembangkit listrik yang memanfaatkan gas buang dengan kapasitas desain 30,6 Mega Watt (MW). Teknologi listrik ini diterapkan untuk empat pabrik SI yang berada di Tuban.

Kerjasama antara Perseroan dengan JFE merupakan realisasi Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani pada tanggal 25 Maret 2013 di kantor JFE Tokyo, Jepang. JFE merupakan representasi Kementerian Lingkungan Hidup Pemerintah Jepang untuk program Joint Crediting Mechanism (JCM), yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon. Direktur Utama Perseroan, Dwi Soetjipto melakukan penandatanganan kerjasama tersebut dengan Director JFE, Tetsuo Tsuyuguchi di kantor Perseroan, The East Jakarta, Selasa (15/7/2014).

Biaya investasi pembangunan teknologi WHRPG (Waste Heat Recovery Power Generation), mencapai Rp 638 miliar dan periode konstruksi sekitar 24 bulan, dihitung sejak kegiatan engineering sampai selesainya commissioning. Rencananya, teknologi ini akan beroperasi pada akhir semester II tahun 2016. Kandungan lokal dari proyek ini mencapai 52% dan sisanya merupakan kandungan impor yang dipasok JFE.

Menurut informasi yang dihimpun kabartuban.com, proyek ini akan berkontribusi pada program pengurangan emisi CO2 sebesar 122.358 ton pertahun. Dalam hal ini, Pemerintah Jepang mempunyai komitmen yang kuat untuk mendukung proyek ini melalui program JCM. “Kami mengharapkan akan mendapatkan dukungan dana dari Pemerintah Jepang sebesar kurang lebih 20% dari total biaya investasi atas upaya penurunan emisi CO2 ini,” kata Dwi Soetjipto. ”Ini merupakan inovasi dan efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan dalam bidang energi,” pungkasnya.

Menurutnya, pembangunan WHRPG dengan kapasitas 30,6 MW ini akan mengurangi penggunaan listrik PLN sebesar 152 juta kWh pertahun yang berpotensi penghematan biaya listrik sekitar Rp120 miliar pertahun.

Penggunaan teknologi ramah lingkungan di pabrik Tuban ini merupakan yang kedua di Perseroan, setelah sebelumnya dibangun dengan teknologi yang pada dasarnya sama di pabrik Indarung Padang dengan kapasitas 8,5 MW dan mulai beroperasi pada tahun 2011.  (im)

Sumber : Kabar Tuban | Republish : Dimas Aldheaksa © 2014 Mitra Solusindo


 




SERVER Distributor PULSA MURAH

Ads

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Berita Tuban dot Com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger