Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUMN. Tampilkan semua postingan

Dahlan ungkap cara oknum DPR peras BUMN

Written By Unknown on Kamis, 01 November 2012 | 08.22

BeritaTuban dot com - Menteri BUMN Dahlan Iskan membeberkan cara oknum DPR melakukan pemerasan terhadap sejumlah BUMN, mulai dari menelepon langsung direksi hingga praktik melibatkan mitra vendor perusahaan.

"Ada oknum yang sampai menelepon hingga 20 kali untuk meminta jatah. Ada juga yang mengajari direksi mengupayakan dana dari vendor BUMN," kata Dahlan kepada sekitar 50 wartawan media cetak dan elektronik, di Jakarta, Rabu malam.

Menurut Dahlan, praktik meminta upeti yang dilakukan oknum DPR sepertinya sudah lazim terjadi, terutama pada BUMN yang akan mendapat suntikan dari APBN berupa Penyertaan Modal Negara (PMN).

Diketahui saat ini terdapat lima BUMN yang sudah mendapat persetujuan pemerintah untuk mendapat PMN, antara lain, PT Dirgantara Indonesia, PT Merpati Nusantara Airlines, PT Pal, Askrindo, Jamkrindo, dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

"Mereka ini menjadi sasaran para oknum tersebut. Tidak pandang bulu, BUMN kecil BUMN besar semuanya bisa saja menjadi sasaran meminta upeti," tegas Dahlan.

Ia menjelaskan bahwa BUMN miskin yang akan mati sekalipun juga tidak lepas dari tekanan pemerasan oknum dewan, padahal BUMN tersebut termasuk kategori lemah yang tugasnya membantu petani untuk pengadaan pupuk dan benih.

Berdasarkan laporan direksi BUMN, seorang oknum DPR biasanya meminta ditemui di hotel di sekitar Senayan.

Untuk memuluskan aksinya, anggota dewan tersebut bahkan mengajari direktur utama maupun direksi bagaimana cara menyediakan sejumlah dana.

"Jika BUMN tidak ada anggaran, direksi akan diarahkan untuk meminta dari vendor," ujarnya.

Meski demikian, mantan Direktur Utama PT PLN ini belum memerinci lebih lanjut nama dan komisi partai oknum yang dimaksud dengan alasan menunggu waktu yang tepat sambil menunggu reses DPR selesai.

Pemilik Jawa Pos Group ini hanya menjelaskan bahwa alasan dirinya untuk segera mengungkapkan praktik pemerasan tersebut karena sudah didesak sejumlah kalangan, termasuk DPR sendiri.

"Saya rasa tidak berlebihan jika nama-nama oknum tersebut saya ungkapkan. Saya hanya merespons sejumlah anggota dewan yang mendesak untuk menyebutkan nama oknum tersebut, ya, tunggu saja," ujarnya.

Belakangan Dahlan berseteru dengan anggota Komisi VI yang merasa gerah setelah beredarnya pemberitaan sejumlah inisial yang diduga melakukan praktik pemerasan.

Perseteruan tidak kalah sengit Dahlan juga terjadi dengan Komisi VII terkait dengan temuan BPK dugaan kerugian negara pada delapan pembangkit listrik periode 2009--2011 sebesar Rp37,6 triliun.

Dahlan menuturkan, selain kepada DPR dirinya juga sedang berpikir akan melaporkan praktik pemerasan tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya akan renungkan keinginan (melaporkan kepada KPK) itu sebagai bagian dari upaya pemerintah memberantas korupsi," ujar Dahlan.

Menurut dia, dirinya sejak awal tidak ingin masalah ini dibuat ramai.

"Tapi karena saya harus bekerja memajukan BUMN, maka harus diungkap agar energi tidak habis hanya mengurusi soal aksi pemerasan itu," tegas Dahlan. (R017/D007)

Editor: Ruslan Burhani |  Publisher  :  Rangga
   [AntaraNews] COPYRIGHT © Warta Tuban 2012 

Dahlan akan beberkan oknum DPR pemeras

BeritaTuban dot com - Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan siap membeberkan nama-nama oknum DPR yang terindikasi melakukan pemerasan terhadap sejumlah BUMN.

"Karena sudah banyak yang mendesak saya untuk mengungkapkan nama jelas oknum DPR tersebut, maka segera saya sebutkan. Tunggu saja," kata Dahlan kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Menurut Dahlan, setidaknya dirinya sudah mengantongi sebanyak 10 nama yang terindikasi melakukan semacam pemerasan kepada sejumlah BUMN.

Namun mantan Dirut PT PLN ini mengatakan saat ini belum bisa disebutkan karena harus menunggu reses DPR selesai.

Pada sebuah rumah makan di bilangan Melawai, Jakarta Selatan, Dahlan mengundang sekitar 50 wartawan media cetak dan elektronik.

Dahlan sedikit demi sedikit mengungkapkan nama BUMN yang menjadi korban pemerasan, termasuk cara oknum DPR dalam menjalankan aksinya.

"Sebenarnya saya hanya merespons saja. Sejumlah anggota dewan mendesak untuk menyebutkan nama oknum tersebut, ya saya akan sebutkan," ujarnya.

Belakangan Dahlan berseteru dengan anggota Komisi VI yang merasa gerah setelah beredarnya pemberitaan sejumlah inisial yang diduga melakukan praktik pemerasan.

Perseteruan tidak kalah sengit Dahlan juga terjadi dengan Komisi VII terkait dengan temuan BPK dugaan kerugian negara pada 8 pembangkit listrik periode 2009--2011 sebesar Rp37,6 triliun.

Terkait upaya pemerasan, Dahlan mengakui mendapat laporan langsung dari salah satu BUMN bahwa ada anggota dewan yang terus mendesak untuk memberikan upeti.

BUMN yang menjadi sasaran diutarakan Dahlan, adalah yang akan mendapat pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Setidaknya 5 BUMN yang sudah mendapat persetujuan dikucuri PMN yaitu PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, Merpati, Askrindo, Jamkrindo, dan PT Perusahaan Pengelola Aset.

"Sesungguhnya sudah diputuskan mendapat PMN, akan tetapi mengapa komisi VI selalu saja mengajukan untuk rapat terus dengan para BUMN itu," tegasnya.

Praktik pemerasan, ujar Dahlan, ada anggota Dewan yang menelpon salah seorang direksi BUMN hingga 20 kali mengapa dana yang dimintanya belum ditransfer.

"Bahkan oknum tersebut ketika berada di luar negeri juga terus mendesak agar "jatah"nya segera dikirimkan," kata Dahlan.

Meski begitu pemilik Jawa Pos Grup tersebut belum bersedia membeberkan nama detail, asal partai, dan komisi anggota dewan yang dimaksud.

"Nanti saja, saya pasti akan mengungkapkannya," kata Dahlan. (R017/I007)

Editor: Ruslan Burhani |  Publisher  :  Rangga
   [AntaraNews] COPYRIGHT © Warta Tuban 2012 

Dahlan: BUMN bantu penyelesaian krisis kedelai

Written By Unknown on Sabtu, 28 Juli 2012 | 12.56

BeritaTuban dot com , Bogor - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, Kementerian Badan Usaha Milik Negera Negara berupaya membantu mengatasi krisis tahu tempe lewat cara mencarikan lahan dalam jumlah sangat besar untuk ditanami kedelai.

"BUMN berupaya membantu bukan mengatasi, karena ini bukan tugas utama kami (BUMN). Kami akan mencarikan lahan yang sangat besar untuk ditanami kedelai," katanya setelah menghadiri Pesantren Kilat Ramadhan 1433 H bertema "Jurnalistik dan Kepemimpinan" untuk pelajar, mahasiswa, anak yatim dan "dhuafa" di Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Menteri mengatakan, BUMN akan mencarikan lahan dengan luas hingga 20.000 hektare yang nanatinya untuk ditanami kedelai dalam jumlah besar.

"Penanaman tentunya akan dilakukan pada musim kedelai agar bisa lebih tepat," katanya.

Menteri mengatakan lokasi lahan bisa dimana saja mungkin di kebun-kebun sawit yang belum ditanam seperti Sumatera, Riau juga bisa.

Dahlan menjelaskan, BUMN tahun ini mau membantu dalam bidang beras, gula dan ternak. Rencananya bantuan untuk kedelai akan dilakukan tahun depan.

Iapun heran gejolak kedelai lebih duluan terjadi dari perkiraan. Karena krisis kedelai juga sudah pernah terjadi tahun-tahun sebelumnya.

"Secepatnya kita akan mencari dan menyediakan lahan, sebanyak mungkin 20.000 hektare. Banyak kemungkinan bisa dikelola oleh PTPN, Bulog atau keroyokan," katanya.

Mengenai revitalisasi Bulog, Dahlan mengatakan, Presiden sudah memutuskan untuk mengembalikan peran Bulog dalam menstabilkan harga kedelai.

Dahlan menjelaskan, krisis kedelai bukan salahnya Bulog. Ini terkait kebijakan kira-kira 15 tahun yang lalu dimana bulog tidak boleh lagi melakukan itu.

"Jadi bulan Bulog bukannya tidak mau. Jadi setelah revormasi dulu, Bulog dianggap bagian dari yang mendistorsi mekanisme pasar, itu yang begitu-begitu IMF tidak senang. Oleh karena itu Bulog tidak boleh lagi berfungsi pada stabilitas harga," kata menteri.

"Jadi ini keputusan lama sekali, selama ini Bulog tidak melakukan bukan tidak mau tapi tida boleh. Tapi sekarag pak Presiden mengatakan tidak peduli dengan semua itu Bulog diaktifkan lagi fungsinya sebagai stabilisasi harga. Dan saya akan melaksanakan, menurut saya bagi rakyat itu yang terbaik," katanya lagi. (KR-LR/R007)


Editor | Publisher :  Ruslan Burhani | Rangga
   [AntaraNews] COPYRIGHT © Warta Tuban 2012

SERVER Distributor PULSA MURAH

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Berita Tuban dot Com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger