Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

Tips Menghadapi RAMADHAN 2013

Written By Unknown on Kamis, 04 Juli 2013 | 05.21

BeritaTuban dot com - pada kesempatan kali ini, warta tuban ingin memberikan beberapa tips untuk menghadapi bulan suci Ramadhan 2013, berikut langkah langklahnya :

Langkah 1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sihat wal afiat. Dengan keadaan sihat, kita dapat melaksanakan ibadah secara maksima di bulan itu, baik puasa, solat, tilawah, dan zikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahawa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rejab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Ertinya, “ Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rejab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (Riwayat. Ahmad dan Tabrani) Para salafus-salih selalu memohon kepada Allah agar diberikan kurnia bulan Ramadhan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Ertinya, “Ya Allah, kurniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan redhai.”

Langkah 2. Bersyukurlah dan puji Allah atas kurnia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam keadaan sihat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

Langkah 3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan khabar gembira kepada para sahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu syurga dan menutup pintu-pintu neraka.” (Riwayat Ahmad). Salafus-salih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan kerana bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

Langkah 4, Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat. Kerana itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang dapat membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Langkah 5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktiviti-aktiviti kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Muhamad (47): 21]

Langkah 6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

Langkah 7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [An-Nur (24): 31]

Langkah 8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tazkiyatun-nafs. Hadiri majlis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan

Langkah 9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan: seperti membuat catatan kecil untuk tazkirah tarawih serta selepas solat subuh dan zuhur serta membahagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

Langkah 10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nasuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, isteri, anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Semoga bermanfaat. [ sebarkan walau satu ayat]

Redaktur : Abu Ridhwan |  Publisher  :  Rangga
   [usrahkeluarga]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013

Menghadapi Ramadhan 2013

BeritaTuban dot com - Marhaban yaa Ramadhan, selamat datang wahai ramadhan. Selamat datang wahai penghulu bulan. Bulan yang disucikan dan diistimewakan Allah. Bulan dimana kaum muslimin menempa diri, meningkatkan amal shalih dan menggapai puncak kemenangan. Ramadhan memang istimewa. Pada bulan ini wahyu pertama kali diturunkan dan pada bulan inilah kaum

muslimin memperbanyak amal shalih, menyucikan jiwa yang ternodai dari kotoran dan dosa, agar kembali pada fitrahnya suci laksana bayi yang baru lahir, indah bagai kupu-kupu yang baru keluar dari kepompongnya.

Rasululloh dan para sahabatnya biasa menyapa bulan seribu bulan ini dengan suka cita, semoga kita pun demikian. Karena Allah menjanjikan syurga bagi siapapun yang menyambut datangnya ramadhan dengan gembira. “ Barang siapa yang bergembira dengan datangnya Ramadhan maka baginya syurga-Ku”. Bergembirannya saja sudah mendapatkan syurga, bagaimana tidak? Bagi Allah orang tidak akan gembira akan datangnya ramadhan kalau bukan karena keimanannya.

Pada bulan ini Allah telah mempersiapkan berbagai keutamaan yang tidak dimiliki bulan-bulan lainnya. Allah menjanjikan akan melipat gandakan pahala. Pintu ampunan pun dibuka selebar-lebarnya. Walaupun kita berlumuran dosa, sesungguhnya ampunan Allah lebih besar daripada lumuran dosa-dosa kita. Kalau kita merasa jauh dengan ampunan Allah, maka ramadhanlah saat yang paling tepat untuk mendapatkan kasih sayang-Nya. Di bulan ramadhan Allah juga menganjurkan kita untuk sering bermunajat memohon ampunan dan mendekat pada Allah.

Ketika ramadhan datang, tak sedikit yang menyambutnya dengan biasa-biasa saja. Bahkan dengan decakan ketidaksangkaan ramadhan tiba dan hanya berkomentar, “Lho, sudah ramadhan lagi…!!!” Dua sikap yang tercetus dari kaum muslimin adalah sebuah gambaran nyata keadaan kaum muslimin. Kaum muslimin yang menyambut ramadhan dengan penuh kegembiraan adalah sebagian umat islam yang sudah memahami islam dengan sebaik-baiknya, termasuk mungkin dalam aplikasinya. Sedang kaum muslim yang terkaget-kaget atau bahkan sedih dengan kehadiran ramadhan, ini menggambarkan kondisi kaum muslimin yang sedang sakit ruhaninya. Keislamanya mungkin hanya di KTP-nya saja. Jadi jangan heran jikalau mereka mengungkapkan perasaannya mengenai kehadiran ramadhan dengan ungkapan “lho udah ramadhan lagi…!!!“.

Bandingkan dengan para sahabat Rasululloh dan salafus shalih (orang-orang shalih dahulu). Mereka menyambut kehadiran ramadhan 6 bulan sebelumnya. Mereka panjatkan doa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan yang lebih baik dari seribu bulan itu. Ketika memasuki bulan rajab, mereka berdoa “Allahumma bariklana fi Rajab Wa Sya`ban Wa Balighna Ramadhan”. Pasca ramadhan, merekapun memanjatkan doa agar Allah menerima amal shalih mereka selama ramadhan.

Sebagai orang beriman, tentu kita harus bersikap seperti kaum muslim yang pertama yaitu yang menyongsong ramadhan dengan penuh kegembiraan. Hal ini karena ini merupakan sikap yang dicontohkan para sahabat, salafus shalih, tabiin dan seluruh kaum mukminin. Sebuah sikap yang bergembira ketika ramadhan datang, dan bersedih dikala ramadhan akan berakhir. Perasaan senang dan sedih merupakan refleksi dari keimanan seseorang dan sikap ini merupakan ciri orang yang bertaqwa. Taqwa inilah yang merupakan tujuan akhir yang hendak dicapai oleh seorang mukminin yang menunaikan ibadah shaum.

Orang yang tidak bergembira dengan kehadiran ramadhan boleh jadi karena tidak berniat menjadi orang yang bertaqwa. Namun, satu hal yang harus kita perhatikan, sikap gembira dan sedih yang muncul ketika ramadhan hadir dan pergi belum tentu bisa dijadikan sebagai indikator bahwa ia beriman saja. Sebab para pebisnis non muslim pun sangat bergembira dengan kehadiran ramadhan berarti meningkatnya omset penjualan usahannya. Bagi mereka, ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mengisi pundi-pundi keuangannya.

Ramadhan memang bulan berkah bagi siapa saja untuk itu, “berbisnislah” dengan Allah, niscaya Allah akan memberikan keuntungan yang berlipat-lipat di dunia dan akherat kelak. Subhanalloh begitu banyak dan begitu besar keutamaan yang Allah siapkan bagi kita semua. Apakah kita tertantang untuk meraihnya? pasti. Siapa yang tidak tergoda akan jamuan Allah? Tugas kita sekarang bagaimana caranya agar tiap detik-detik ramadhan terisi dengan amal kebaikan.

Mudah-mudahan ramadhan ini ramadhan yang terbaik bagi kita, sehingga derajat taqwa layak kita sandang dan tentunya semoga kita masih bisa dipertemukan dengan-bulan-bulan ramadhan selanjutnya. Aamiin.


Redaktur : Phisca Aditya Rosyady |  Publisher  :  Rangga
   [dakwatuna.com]
COPYRIGHT © Warta Tuban 2013

SERVER Distributor PULSA MURAH

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Berita Tuban dot Com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger