Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label narkotika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label narkotika. Tampilkan semua postingan

Raffi Ahmad diamankan BNN

Written By Unknown on Minggu, 27 Januari 2013 | 00.21

BeritaTuban dot com - Jakarta - Artis Raffi Ahmad dan tiga rekannya diamankan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Minggu (27/1) pagi pukul 04.00 WIB.

Deputi Penindakan BNN, Benny Mamoto, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan empat orang terkait dugaan penggunaan narkoba.

"Iya benar kita amankan tadi pagi subuh," katanya.

Benny menambahkan, Raffi diamankan dari rumahnya bersama dengan tiga rekannya yang masih belum dipublikasikan secara resmi jati dirinya.

"Sekarang masih sedang diperiksa jadi kita belum tahu," katanya.

Benny belum bisa memastikan ada atau tidaknya kepemilikan ataupun penggunaan narkoba oleh Raffi Ahmad dan tiga rekannya tersebut.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas BNN, Sumirat, ketika dikonfirmasi ANTARA juga membenarkan adanya penangkapan itu.

"Saya mendapatkan laporan kalau ada yang diamankan tadi pagi pada pukul 04.00 subuh," kata Sumirat. (ANT)

Editor: AA Ariwibowo |  Publisher  :  Rangga
   [antaranews.com] COPYRIGHT © Warta Tuban 2013 





BNN Telusuri Jejak Kartel Kokain Bulgaria yang Libatkan 8 Warga Tegal

Written By Unknown on Sabtu, 21 Juli 2012 | 01.53

WartaTubandotcom , JAKARTA - Pemberatasan narkotika yang dilakukan Badan Nasional Narkotika (BNN) tidak saja dilakukan di dalam negeri. Penelusuran jaringan kartel narkotika internasional juga dilakukan lembaga tersebut untuk mencari lingkaran dan jejak narkotika yang terkait dengan Indonesia. Salah satunya pengungkapan keterlibatan delapan warga Tegal, Jawa Tengah, dalam penyelundupan kokain hingga puluhan ton ke Eropa.

Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Benny Joshua Mamoto, delapan warga Tegal tersebut ditangkap aparat kepolisian beberapa bulan lalu. Enam orang berhasil dibebaskan otoritas setempat karena tidak terbukti dalam praktik penyelundupan barang haram tersebut.

"Yang mengetahui dan terlibat adalah kapten kapal dan juru mesin yang juga warga Indonesia," kata Benny, dalam perbincangan di Hermes Palace, Banda Aceh, Kamis (19/7/2012).

Dalam merekrut kru kapal, para keluarga awak yang berhasil direkrut kemudian didata dan difoto. "Seolah-olah mereka ditakut-takuti dengan menyimpan data keluarga mereka yang direkrut," terang Benny.

Dalam kasus ini, Benny menerangkan, keenam warga tersebut direkrut oleh seorang warga Bulgaria berinisial G. Dalam perekrutan tersebut, warga asing itu berjanji akan mempekerjakan mereka sebagai pelaut dengan gaji dua kali lipat dari pelaut biasanya, yaitu US $ 1.000 per bulan.

Mereka lalu dipekerjakan di sebuah kapal laut dengan kapten kapal dan juru mesin yang juga orang Indonesia. Melalui informasi penangkapan itu, BNN meminta akses untuk dapat mewawancarai para warga yang ditangkap itu.

"Dari hasil wawancara itu kita mendapatkan identitas warga negara Bulgaria yang merekrut mereka, dan dia sudah ditangkap oleh otoritas di sana," kata Benny.

Dari hasil penyelidikan tersebut, BNN mengembangkannya untuk mengetahui apakah ada jejak yang dilakukan para bandar narkotka dari Eropa Tenggara itu, seperti jaringan atau praktik pencucian uang yang dilakukan di Indonesia.

Diketahui, bos yang mempekerjakan mereka adalah kartel narkoba kelas kakap. Delapan warga Tegal tersebut sebelumnya berhasil meloloskan kokain sebanyak 10 ton ke Italia dan teranyar sebanyak 1,8 ton ke Portugal.

Benny menambahkan, keterlibatan enam warga Tegal tersebut dikarenakan ketidaktahuan dan tingkat pendidikan yang mereka enyam. Ditambah lagi lapangan pekerjaan yang tidak mumpuni sehingga dengan mudahya mereka diiming-imingi pekerjaan yang tidak mereka ketahui sebenarnya.

Kerjasama penyelidikan juga dilakukan di negara-negara asal narkotika, antara lain seperti Meksiko, Peru, dan Equador, dan Argentina dimana dari negara-negara tersebut banyak ditangkap warga Indonesia yang terlibat sebagai kurir narkotika.

"Kita meminta akses wawancara, karena selama Indonesia menjadi pasar heroin-kokain, selama itu pula kerjasama dilakukan untuk menangkal jaringan narkotika di Indonesia," jelas Benny.

Dia menambahkan, penyelidikan dengan negara-negara asal yang disnyalir sebagai hulu dari peredaran narkotika tersebut dilakukan guna melindungi masyarakat Indonesia yang diperalat bandar untuk menjadi kurir narkotika.

"Kita juga ingin melindungi masyarakat kita yang diperalat modus penyelundupan narkotika. Kita tidak ingin bersikap seperti penjaga gawang, menunggu narkotika masuk ke Indonesia baru ditangani," tegas perwira tinggi Polri yang mengawali karirnya di satuan Narkotika Polres Jakarta Pusat. (ahy/dhu)

Editor: Andri Haryanto | Rangga
   [Detik.com] COPYRIGHT © Warta Tuban 2012

SERVER Distributor PULSA MURAH

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kabar Berita Tuban dot Com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger